Menyedihkan, Jalan Utama Taman Nasional Ujung Kulon Dibiarkan Rusak

Jumat 30 Jul 2021, 18:40 WIB

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan salah satu kawasan wisata dan konservasi yang telah menjadi icon provinsi Banten.

Taman Nasional itu memiliki kondisi yang masih asri lengkap dengan satwa endemiknya seperti, Badak bercula satu yang kini populasinya hampir punah. 

Tidak salah jika TNUK itu kini menjadi sasaran dan buruan para pelancong lokal maupun mancanegara.

Namun sayangnya, keindahan TNUK itu harus makin tersembunyi, dengan akses jalan utama yang dibiarkan rusak.

Kondisi jalan mulai rusak parah dari wilayah Desa Tunggal Jaya hingga desa paling ujung di banten yakni Ujung Jaya, Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang.

Padahal jalur tersebut merupakan akses utama utama wisatawan untuk pergi ke TNUK dan akses utama masyarakat untuk pergi ke kantor kecamatan, Pasar dan juga puskesmas Sumur.

Kondisi jalan sangat memprihatinkan lantaran rusak parah dengan lubang jalan yang mengangan dan tergenang oleh air hujan. Kendaraan yang melintas pun harus mengurangi kecepatannya dan ekstra hati-hati ketika hendak melintasi jalan itu.

Kondisi jalan rusak seperti itu bukan hanya terjadi di sepanjang Desa Tunggal Jaya, tetapi di beberapa desa lainnya yakni Desa Taman Jaya, Ujung Jaya sementara untuk desa Cigorondong  sebagian sudah dibetonisasi. Jalan rusak sendiri membentang kurang lebih sejauh sejauh 14 km.

Warga Paniis Desa Taman Jaya, Deden mengatakan, kondisi itu sudah bertahun-tahun. Bahkan, seakan-akan dibiarkan rusak oleh Pemerintah Daerah.

Padahal jalur tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk menuju pasar, Kantor Kecamatan dan juga Fasilitas layanan kesehatan yakni Puskesmas yang ada di Kecamatan Sumur. Selain itu, jalan itu juga merupakan akses utama nutuk wisatawan yang hendak berlibur ke TNUK.

“Ia ini jalan satu-satunya warga yang untuk menuju ke kantor kecamatan dan fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Sumur. Selain itu juga ini merupakan akses utama bagi para wisatawan yang ingin berwisata ke Tamana Nasional Ujung Kulon,” katanya, Jum'at (30/7/2021).


Berita Terkait


News Update