Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un, Ibu Hamil 8 Bulan Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit. Ruangan Penuh Pasien Covid-19

Rabu 07 Jul 2021, 16:00 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID-- Seorang wanita hamil delapan bulan di Kabupaten Tangerang meninggal dunia karena kesulitan mendapatkan rumah sakit.

Wanita hamil berusia delapan bulan itu mengalami sesak nafas dan nyawanya tak tertolong dalam perjalanan mencari rumah sakit. 

Dari informasi yang dihimpun poskota.co.id, wanita itu merupakan warga Perumahan Sudirman Indah, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Awalnya, wanita yang tengah hamil delapan bulan tersebut tiba-tiba mengalami sesak nafas saat berada di rumahnya.

Ia kemudian dilarikan oleh keljuarga dan warga sekitar rumah ke Puskesmas Tigaraksa. 

Akan tetapi, pihak puskesmas tidak bisa menangani kondisi ibu hamil tersebut.

Bahkan, wanita itu tak bisa dirujuk ke rumah sakit manpunn yang ada di wilayah Tangerang karena seluruh rumah sakit dalam kondisi penuh dengan pasien Covid-19.

Semua ruang perawatan hingga ruang Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Tangerang juga penuh pasien.

"Di mana-mana enggak ada. Kemudian dirujuk ke rumah sakit Ciawi Bogor, tapi sampai di sana sudah meninggal. Belum sempat dapat pertolongan," kata Ketua RW 06 Kelurahan Tigaraksa, Abdul Munir H Syarif Mansyur kepada poskota.co.id, Selasa (6/7).

Atas kondisi itu, akhirnya jasad wanita hamil itu dibawa kembali pulang ke Perumahan Sudirman Indah untuk dimakamkan.

"Akhirnya dibawa ke sini untuk dimakamkan. Warga di sini semua turut membantu," jelasnya.

Bukan kasus Covid-19
Abdul Munir mengungkapkan, kasus pasien non Covid-19 tak tertangani juga sempat dialami tiga warga Perumahan Sudirman Indah lainnya.

Ketiganya tidak sempat mendapat pertolongan medis sampai akhirnya meninggal dunia.

Jadi, katanya, totalnya ada empat warga yang meninggal dunia dengan jarak waktu yang berdekatan.

Mereka semua meninggal bukan karena Covid-19.

"Saya pastikan empat warga bukan meninggal karena Covid-19. Tapi karena mereka tidak sempat tertolong medis," ungkapnya.

Dari empat warga tersebut, ia mengaku ada seorang warga yang jatuh pingsan pada Senin malam.

Belum sampai mendapat pertolongan medis, warga itu meninggal dunia.

"Akibat rumah sakit penuh, banyak warga yang tidak bisa tertolong. Semoga kondisi pandemi Covid-19 bisa segera berakhir agar semua kembali normal," ucapnya.

Dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pihaknya terus mengimbau warganya agar disiplin protokol kesehatan (prokes). (ridsha vimanda nasution/kontributor)


Berita Terkait


News Update