Soal Polemik Pesepeda, Anggota DPRD DKI Kenneth: Fokus Saja Pandemi Covid-19 dan Banjir!

Minggu 06 Jun 2021, 23:57 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. (foto: ist)

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. (foto: ist)

Oleh karena itu, Kent meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar mengevaluasi terkait kebijakan jalur yang diperuntukan pesepeda yang menggunakan anggaran sebesar Rp73 miliar.

"Anggaran Rp73 miliar untuk jalur sepeda itu bagaimana pertanggung jawabannya? Kabar terakhir bahwa Pak Anies berniat untuk menambah jalur hingga 500 kilometer, jalan sepeda yang sudah jadi saja mangkrak dan tidak digunakan secara maksimal, tempat parkir sepeda saja tidak ada, ini masih mau di buat jalur sepeda yang baru lagi," tuturnya.

Kent pun menyarankan jika ada anggaran lebih dalam hal pembuatan jalur sepeda lebih baik difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan penanggulangan banjir. Pasalnya masalah dua tersebut sangat urgent.

"Pak Anies pernah memikirkan perasaan masyarakat DKI gak, bagaimana perasaannya jika uang dipakai untuk proyek yang mubazir dan sia-sia?  Kalau ada anggaran lebih, saran saya di fokuskan dululah untuk penanganan Covid-19 dan penanggulangan banjir. Dua hal ini yang lebih mendesak saat sekarang ini menurut saya, ekonomi juga masih sulit," bebernya.

Saat ini, kata Kent, seluruh lapisan warga Jakarta merasakan dampak akibat pandemi Covid-19, hingga untuk kebutuhan sehari-hari saja cukup sulit, para warga harus memutar otak agar bisa menghidupi keluarganya.

"Jika masyarakat menengah ke bawah disuruh untuk membeli sepeda saat sekarang ini dengan tujuan mengikuti kebijakan Pak Anies dalam menanggulangi kemacetan dan polusi udara, mereka juga pasti tidak akan mampu. Buat makan diri sendiri saja mereka sudah kesusahan, nanti sajalah kalau pandemi ini sudah selesai, baru berfokus kepada hal yang lain," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pengguna jalan yang lebih berisiko dibanding pengendara kendaraan bermotor, adalah pesepeda. Oleh karena itu, ia meminta pemotor agar menghormati para penggowes.

Menurut Anies, pesepeda dinilai paling berisiko, pengendara motor diminta menghormati keberadaan pesepeda di jalan raya.

"Saya berharap kepada semua ikuti, bila anda bersepeda, di situ ada jalur sepeda gunakan jalur itu. Bila anda bermotor lihat yang naik sepeda, pahami bahwa ini lebih berisiko loh baik sepeda dibanding naik motor, hormati dia. Begitu juga kendaraan besar lainnya," kata Anies Baswedan di acara Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021 di Kementerian Perhubungan, Jumat (4/6/2021). (*/ys)


Berita Terkait


News Update