SERANG, POSKOTA.CO.ID - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) menagih janji setoran modal Pemprov Banten kepada perusahaannya senilai Rp65 miliar tahun 2021 ini.
Rencana awal kucuran dana segar tersebut akan didistribusikan pada Februari lalu, namun hingga saat ini belum juga cair.
Direktur Operasional PT ABM Ilham Mustofa mengatakan, pada APBD Banten tahun anggaran 2021, PT ABM mendapat alokasi tambahan penyertaan modal senilai Rp65 miliar.
"Proses pengajukan pencairannya sudah kami lakukan sejak awal tahun ini," katanya saat dihubungi, kemarin.
Ilham menduga, mandeknya proses pencairan itu dikarenakan Nota kesepahaman atau MoU-nya belum ditandatangani sampai saat ini, kemudian keluarlah Keputusan Gubernur (Kepgub-nya).
"Kalau planning dari Februari harusnya sudah masuk. Rp65 miliar tahun ini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, melencengnya jadwal pencairan setoran modal berdampak pada realisasi bisnis PT ABM yang kini ikut terhambat.
Terdapat sejumlah program yang seharusnya sudah bisa berjalan namun kini belum bisa terlaksana.
“Belanja investasi kan besar, perencanaan bisnis kita jadi sedikit terhambat dengan lambatnya penyertaan modal. Sehingga yang harusnya sudah jalan dari Maret program itu,” katanya.
Ilham mencontohkan pembangunan rice milling atau penggilingan padi modern sebagai salah satu program yang terhambat realisasinya.
Dalam rencana bisnis perusahaan, fasilitas itu sudah bisa mulai dibangun pada Maret. Lantaran setoran modal belum masuk, maka kini progresnya baru sampai pada rencana di atas kertas semata.
