RarasAntang bersama Yudakaramencari tombak sakti lainnya di Gunung Merapi.
Sedangkan, Surawisesa bersama Walangsungsang mencari tombak sakti ketiga di Gunung Ciremai.
Para punggawa Pajajaran dari masa depan Walangsungsang, Rarasantang, Surawisesa dan Paman Cacing muncul tiba-tiba ingin menyelamatkan Kian Santang yang terjebak di masa lalu.
Akhirnya konflik Kendangwesi berhasil diselesaikan dan Kian Santang serahkan tahta Kerajaan pada Parwati, lalu pamit pulang ke Pajajaran bersama saudaranya.
Sementara itu di Kerajaan Suka Mulya, perdikan Kerajaan Pajajaran.
Muncul seorang perempuan cantik berwajah bengis bernama Putri Nima.
Dia mempunyai tombak besar dengan ujung tombaknya itu nampak bersinar menyilaukan (Tombak Takdir).
Putri Nima ayunkan tombaknya, cahaya biru melesat memendar dari tongkatnya. Seketika semua prajurit (bahkan pohon, dan binatang) berubah jadi es.
Sampai akhirnya muncul Prabu Darmala, Raja Suka Mulya.
Nima menyerang Darmala hingga membeku, menuduhnya pengkhianat dan menghina Kerajaan Champa (Kerajaan asal dari Putri Nima).
Istri Darmala kemudian dibawa pergi dan secara tragis Kerajaan Suka Mulya berubah jadi Pulau Es.
Di sisi lain Kian Santang yang baru keluar dari Lobang Cacing.
