PT KAI Stop Operasi KRL Tujuan Rangkasbitung Mulai 6 Hingga 17 Mei 2021

Rabu 05 Mei 2021, 20:14 WIB
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba. (cr01).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba. (cr01).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Layanan Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan Rangkasbitung dipastikan tak beroperasi pada larangan mudik 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Dampaknya, sebanyak 6 ribu sampai 8 ribu pengguna KRL tujuan Tanah Abang-Rangkasbitung tidak terlayani.

Hal tersebut dibenarkan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba di Stasiun Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (5/5/2021).


"KRL tidak layani stasiun Cikoya, Stasiun Maja, Stasiun Citeras dan Stasiun Rangkasbitung," ujarnya kepada awak media.

Kebijakan pemberhentian sementara KRL tujuan Rangkasbitung itu, kata Anne, nerupakan kebijakan dari pemerintah Kabupaten Lebak.

Dimana pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sudah menerima surat tersebut dari Bupati Lebak. Dalam isi surat itu mereka meminta agar pihak kereta api listrik atau kereta api lokal tidak beroperasi selama pelarangan mudik 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Selain KRL, kereta api lokal Rangkasbitung-Merak juga dipastikan tidak beroperasi sampai 17 Mei 2021.

Sementara itu, secara terpisah, Operation and Commercial Director PT KCI Wawan Ariyanto mengatakan, gerbong kereta jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung masih beroperasi.

Namun demikian, kereta tersebut berhenti hanya sampai Stasiun Tiga Raksa. Nantinya di stasiun tersebut, penumpang akan diminta turun dan kereta akan dikosongkan.

Jam operasional kereta sendiri berlangsung pukul 04.00 WIB sampai 20.00 WIB, lebih pendek dua jam dari jam operasional di massa Pandemi yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.

PT KCI memaklumi kebijakan pemerintah Kabupaten Lebak yang mau menekan Covid-19. Sebab, saat ini wilayah itu masuk ke zona oranye Covid-19.

Sehingga pemerintah perlu ada penindakan salah satunya dengan mengendalikan orang untuk keluar masuk selama masa hari raya lebaran.

Wawan menuturkan, keputusan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan.

"Pemerintah daerah sudah punya program tujuan lindungi masyarakat dengan atur mobilisasi masyarakat. Maka kami ikuti anjuran yang dibuat Pemda atau pemerintah pusat," terangnya.

Wawan memastikan, usai 17 Mei 2021, perjalanan kereta ke Rangkasbitung akan berlangsung normal. (cr01)


Berita Terkait


News Update