Kemendikbud Gandeng Sektor Swasta Berikan Modul Pendidikan Jarak Jauh Luar Jaringan Jenjang Sekolah Dasar

Rabu 03 Mar 2021, 21:03 WIB
Pemberian Modul Pendidikan Jarak Jauh Luar Jaringan Jenjang Sekolah Dasar Bagi Siswa, Guru, dan Orang Tua secara daring. (ist)

Pemberian Modul Pendidikan Jarak Jauh Luar Jaringan Jenjang Sekolah Dasar Bagi Siswa, Guru, dan Orang Tua secara daring. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya meringankan beban pembelajaran di berbagai daerah, termasuk berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta untuk meminimalkan risiko hilangnya minat belajar (loss of learning) pada siswa akibat pandemi Covid-19. 

Dalam memaksimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara luring (offline), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen Paudasmen), Kemendikbud menjalin kemitraan berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan PT Tirta Investama.

Kerjasama itu sebagai representasi dari Danone Indonesia, terkait Pemberian Modul Pendidikan Jarak Jauh Luar Jaringan Jenjang Sekolah Dasar Bagi Siswa, Guru, dan Orang Tua yang akan didistribusikan di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui seremoni penandatanganan yang diselenggarakan secara daring, Rabu (3/3/2021). 

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Sesditjen Paudasmen), Sutanto menilai bahwa PJJ merupakan suatu adaptasi yang mau tidak mau diselenggarakan di masa pandemi. Meskipun ia menyadari, tidak semua wilayah di Indonesia terjangkau teknologi, terutama di daerah 3T. 

Baca juga: Kemendikbud Raih Penghargaan pada Kompetisi InMA 2021

Ia menilai, banyak daerah masih kurang tersentuh teknologi dan infrastruktur, sehingga masih terkendala dalam pelaksanaan PJJ. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemendikbud telah menyediakan bantuan bahan ajar berbentuk elektronik agar dapat diunduh. Selain itu, khusus untuk wilayah yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur, Kemendikbud juga menyiapkan modul bentuk fisik yang dapat dipakai belajar di daerah tanpa listrik. 
 
Direktur Sekolah Dasar, Ditjen Pauddasmen, Sri Wahyuni, mengonfirmasi bahwa salah satu daerah yang mengalami kesulitan PJJ daring adalah Kabupaten Belu di Provinsi NTT. “Kabupaten Belu belum terjangkau listrik dan jaringan internet. Terdapat empat ribu lebih siswa yang tersebar di 12 kecamatan yang tidak dapat mengakses PJJ. Sementara, PJJ luring membutuhkan modul pembelajaran yang sesuai bagi siswa, guru, dan orang tua,” jelas Sri pada laporannya.

Menjawab kebutuhan tersebut, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menguraikan bahwa Danone telah menggandakan sebanyak 33.480 buah modul pembelajaran untuk pendidikan jenjang SD bagi peserta didik, guru, dan orang tua dan akan didistribusikan untuk 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Belu, Provinsi NTT. 

Selain itu, Danone Indonesia juga memperkaya program edukasi dengan memberikan materi tambahan untuk anak-anak, guru dan orang tua, yang mencakup tema: hidrasi sehat, pengembangan potensi peserta didik, gizi seimbang, dan pengolahan sampah. (rizal/mia)


Berita Terkait


News Update