JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Industri kecil dan menengah (IKM) sektor pangan di tanah air terus menciptakan terobosan baru agar mampu berdaya saing di kancah domestik hingga global.
Apalagi, di tengah masa pandemi saat ini, inovasi menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Guna mencapai sasaran tersebut, Kementerian Perindustrian telah menginisiasi program Indonesia Food Innovation (IFI) 2020 dengan tujuan memacu pelaku IKM pangan di dalam negeri bisa lebih kompetitif.
Saat ini, jumlah IKM pangan mencapai 1,86 juta unit usaha atau 43,41% dari total unit usaha IKM di Indonesia.
Baca juga: Jadi Sektor Andalan, Kemenperin Pacu Inovasi IKM Pangan
“IFI merupakan program akselerasi bisnis bagi IKM pangan terpilih yang mempunyai inovasi produk dan/atau proses dan berbahan baku utama sumber daya lokal agar siap menjadi industri pangan yang marketable, profitable, dan sustainable,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (31/12).
PT Rumah Mocaf Indonesia adalah pelaku IKM pangan yang berhasil lolos berbagai tahapan seleksi hingga mendapatkan juara ke-2 penghargaan IFI 2020 pada kategori Intermediate Product, yang menghasilkan produk pangan antara sebagai bagian dari rantai suplai industri pangan.
“Selain memenangkan penghargaan IFI, Mocafine juga memenangkan Bangga Buatan Indonesia (BBI) Award kategori Kuliner,” ungkap Gati.
Founder PT Rumah Mocaf Indonesia, Riza Azyumarrinda Azra menjelaskan bahwa produk Mocafine sudah mendapatkan berbagai sertifikasi. “Mocafine adalah tepung serbaguna bebas gluten yang berbahan dasar singkong dan memiliki karakteristik mirip terigu,” tuturnya.
Baca juga: Puluhan Ribu UMKM dan IKM Manfaatkan Program Diskon Tambah Daya Listrik 'Super Merdeka'PLN
Riza menyatakan, produk Mocafine sangat cocok untuk digunakan pada aneka masakan seperti kue basah, kue kering, kudapan, dan gorengan.
