JAKARTA - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (Upas) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, kembali mengevakuasi korban terpapar Covid-19, Rabu (11/10).
Kali ini dari 12 orang yang dievakuasi, ada seorang bayi berusia 4 bulan yang juga di isolasi mandiri bersama ayahnya setelah sang ibu lebih dulu dikirim ke wisma atlet.
Kepala Upas Dinas Perhubungan DKI, Ali Murthado mengatakan, pihaknya kembali melakukan evakuasi warga yang terpapar dari Puskesmas Kecamatan Ciracas. Totalnya ada 12 orang yang langsung dikirim ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.
"Dari seluruh yang dievakuasi, satu orang diantaranya merupakan bayi berusia 4 bulan," katanya, Rabu (11/11).
Baca juga: Meski Libur Panjang, UPAS Tetap Layani Evakuasi Pasien Covid-19
Dikatakan Ali, bayi itu dievakuasi bersama ayahnya untuk menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan terpapar Covid-19. Sementara ibu dari bayi itu sendiri, sudah lebih dulu menjalani penanganan Covid-19 yang saat ini di rawat di RSD Wisma Atlet.
"Kami berharap keluarga kecil tersebut bisa segera sembuh agar bisa kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
Selain mengevakuasi dari puskesmas Ciracas, sambung Ali, pihaknya juga membawa warga dari empat puskesmas lainnya. Seperti Puskesmas Cengkareng 11 orang, Pasar Minggu 18 orang, Kalideres, 7 orang dan puskesmas Cempaka Putih enam orang.
"Sehingga total dalam satu hari itu kami mengevakuasi 54 orang yang kami kirim ke wisma atlet," paparnya.
Baca juga: Temukan Kasus Bayi Covid-19, Pemerintah Diminta Serius Lindungi Anak Bangsa
Ali menambahkan, sejak awal November ini memang terus terjadi penurunan warga yang dievakuasi. Namun bila di jumlah sejak Maret lalu, pihaknya telah mengevakuasi sebanyak 4.498 orang.
"Kala itu ketika sedang tinggi-tingginya, dalam satu hari kami harus mengevakuasi warga dari 16 tempat berbeda," ungkapnya.
Meski terus menurun, sambung Ali, pihaknya akan terus bersiaga 24 jam dalam membantu proses evakuasi. Dimana dalam satu hari 15 bus akan standby bersama 32 petugas untuk penanganan Covid-19 ini.
"Kami masih terus bersiaga selama masih dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 ini," pungkasnya. (Ifand/tha)
