Baca juga: Sekolah Tatap Muka Digelar Jika Kasus Covid-19 di Bekasi Terus Turun
Pada kasus meninggal, Indonesia masih dapat terkendali laju penambahan kasusnya. Di negara-negara lain terlihat laju penambahan kasus yang signifikan dalam waktu singkat.
"Sementara Indonesia mampu mengendalikan laju kematiannya sehingga tidak ada sudden spike atau loncatan mendadak (grafik data). Ini menunjukkan kehati-hatian dan kewaspadaan yang tinggi," katanya.
"Saat ini Indonesia angka kematian 3,33%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,47%. Bahkan angka di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia, Amerika dan Eropa. Untuk Asia Tenggara saja Indonesia masih yang tertinggi," terang Wiku.
Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik Selama Pandemi Belum Berakhir
Dibandingkan Singapura (0,04%), Malaysia (0,71%), Thailand (1,5%), Filipina (2%) dan Myanmar (2,31%). Negara lain di Asia seperti Jepang (1,68%) juga lebih rendah dari Indoensia. Untuk Eropa dan Amerika seperti Swiss (1,26%), Jerman (1,69%), Perancis (2,26%), Amerika Serikat (2,34%) dan Belgia (2,6%).
Masih tingginya angka kasus meinggal ini harus menjadi perhatian semua pihak.
Harusnya Indonesia belajar dari negara-negara yang menekan angka kematiannya. Pemerintah katanya akan terus meningkatkan 3T (testing, tracing dan treatment) untuk menekan angka kematian.
Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Ariza Ajak Masyarakat Berjuang Kalahkan Covid-19
(johara/tri)
