Jokowi Khawatirkan Pertumbuhan Ekonomi Minus di Kuartal II

Selasa 30 Jun 2020, 15:59 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (ist)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (ist)

JAKARTA - Presiden Jokowi mengakui Indonesia sekarang ini bukan hanya sedang menghadapi krisis kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi. Presiden juga mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan minus, atau negatif.

"Ancaman pandemi virus korona atau Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir, ditandai dengan kondisi yang masih berubah-ubah dan dinamis," terang Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi  saat memberikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa (30/6).

Acara ini juga dihadiri seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah melalui video konferensi,  termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

 "Saya titip yang kita hadapi ini adalah bukan hanya urusan krisis kesehatan, tapi juga masalah ekonomi, krisis ekonomi. Karena kalau kita lihat sekarang ini yang namanya demand terganggu, suplai terganggu, produksi terganggu," tandasnya.

Jokowi menegaskan pada kuartal yang pertama kita masih tumbuh, keadaan normal kita di atas 5 (persen), tapi kuartal pertama kita masih bisa tumbuh 2,97 (persen). "Tetapi di kuartal kedua kita sangat khawatir bahwa kita sudah berada di posisi minus pertumbuhan ekonomi kita," ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden mewanti-wanti jajaran pemerintahan di daerah supaya berhati-hati dalam mengelola pandemi sehingga urusan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan beriringan.

Presiden meminta agar daerah tidak membuka ekonomi tanpa ada sebuah kendali yang baik di bidang kesehatannya. 

 "Jangan sampai melonggarkan tanpa sebuah kendali rem sehingga mungkin ekonominya bagus, tapi Covid-nya juga naik. Bukan itu yang kita inginkan. Covid-nya terkendali, tetapi ekonominya juga tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat," imbuhnya. (johara/win)


News Update