Di Depan Mega, Cak Lontong dan Marwoto Debat soal Naturalisasi-Normalisasi

Minggu 12 Jan 2020, 23:45 WIB

JAKARTA - Rakernas I PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020) ditutup dengan acara malam kebudayaan yang menonjolkan beragam kesenian Indonesia. Kesenian teater yang dipimpin seniman Butet Kartaredjasa mampu tampil maksimal mengocok perut kader-kader PDI Perjuangan.

Komedian Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Boris, Mucle, dan Abdur, juga tampil memerankan lakon mereka masing-masing. Guyonan khas yang aktual nan menyentil terlontar dalam pertunjukan.

Seperti saat Cak Lontong dengan Marwoto yang berdebat soal naturalisasi dan normalisasi. Persis seperti perdebatan yang terjadi saat banjir besar terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.   

"Jangan dikira bukan saya yang sebabkan banjir. Ini harus saya jelas beda antara naturalisasi dan normalisasi. Beda, naturalisasi, normalisasi, beda, walaupun ada persamaannya," ujar Lontong.

Meski berbicara panjang soal naturalisasi dan normalisasi ternyata Lontong mengaku tidak mengetahui persis perbedaan dua istilah tersebut.     

Marwoto lalu mengatakan tidak mau berdebat soal istilah tersebut. Menurutnya yang terpenting keduanya harus dijalankan.

"Ah nggak bisa, naturalisasi, normalisasi, saya nggak tahu. Yang penting kerjakan," celetuk Marwoto yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta. 

Dalam sandiwara tersebut dua politisi senior PDIP, Ganjar Pranowo dan Aria Bima juga tampil dengan membacakan puiai karya Soekarno berjudul Aku Melihat Indonesia.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang didampingi putranya Prananda Prabowo dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto beserta jajaran pengurus DPP tampak menikmati pertunjukan tersebut.

Pertunjukan ditutup  saat seluruh penampil  menyanyikan lagu Gemu Famire dari Nusa Tenggara Timur. (ikbal/yp)


Berita Terkait


News Update