“ BAJU kamu perasaan terlalu besar?” Tanya Ibu guru pada satu murid pria yang mengenakan batik gombrang. ”Baju batik ayah saya, Bu. Saya nggak punya baju batik bebas selain batik seragam sekolah,” ujar sang murid, terus terang. Ya, itu adalah sekelumit dialog di kelas salah satu sekolah SMP, kemarin bertepatan dengan ’Hari Batik Nasional’. Sekolah dan lembaga lain, pegawai negeri wajib mengenakan baju batik pada hari itu. Warisan budaya Nusantara yang diakui sebagai warisan dunia itu, itulah batik. Betapa bangganya kita sebagai bangsa Indonesia. Bayangkan saja, hampir setiap daerah punya batik. Pekalongan, Jogya, Solo, Cirebon, wilayah Jawa Timur, Parahiyangan, dan Betawi. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Indonesia bagian Timur? Wah, seabrek-abrek, Bung! Mau corak yang kaya apa aja ada. Jika melihat adegan di atas, memang agak aneh jika anak-anak kita sampai nggak punya batik bebas sendiri. Memang, karena sebagian anak muda lebih suka mengenakan kaos, jeans, atau baju yang bermerek? Ayolah, nggak ada salahnya kalau satu keluarga, ibu bapak dan anak berbatik ria. Kayaknya keren banget tuh, kalau berseragam batik, bukan saja ke pesta pernikahan, tapi ke mal juga. Mengapa tidak? Nah,kalau begitu seharusnya semangat meneruskan, mewarisi dan mejaga budaya yang orang lain nggak punya dan pada ngiri. Termasuk Negara tetangga ada yang ngaku-ngaku, kalau batik itu punya mereka. Silakan aja,ya? Kan yang jelas dunia mengakui, batik itu milik Indonesia! Eh, kawan, hati-hati juga lho, dalam globalisasi ini, jangan sampai kita hanya punya warisan doang. Sementara yang produksi batik orang lain. Tuh lihat batik dari negeri China membludak! Kalau kita yang punya batik nggak waspada, wah bisa kelibas, Mas Bro! - (masoes)
Menjaga Warisan Budaya
Rabu 03 Okt 2018, 07:00 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
JAKARTA RAYA
Muhammad Abdimaludin Orang Mana? Ini Profil Ketua BEM FH UBK yang Banyak Dicari usai Terima Dana Rp20 Juta