GEMPA bumi berkekuatan 7,4 SR (Skala Ritchter) pada 28 September 2018 mengguncang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Pasca gempa dahsyat ini, tepatnya 25 menit kemudian diikuti tsunami. Tsunami dahsyat yang menerjang Palu dipicu oleh longsor bawah laut akibat guncangan gempa bumi 7,4 Magnitudo yang berpusat di Donggala. Gempa di Donggala itu disebabkan oleh pergeseran Sesar Palu-Koro yang sangat aktif. Akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, berdasarkan data sementara BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) tak kurang 832 orang meninggal dan 540 orang luka-luka. Jumlah korban sebanyak itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung. BNPB juga mencatat saat ini ada 16.732 warga Palu yang mengungsi di 24 posko pengungsian akibat gempa dan tsunami. Selain itu, akibat gempa dan tsunami, jaringan listrik padam dan jaringan komunikasi baik di Kota Palu maupun Donggala terputus. Aktivitas di dua kota itu pun menjadi lumpuh. Gempa bukan saja Sulawesi Tengah, sebagian besar wilayah Indonesia memang rawan bencana yang satu ini. BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) pun tidak menampik gempa bumi salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara yang letaknya terhimpit oleh tiga lempeng utama dunia. Kondisi ini diperkuat dengan diterbitkannya UU Nomor 27/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam UU ini di jelaskan, bahwa wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis, biologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik sebabkan faktor alam, faktor nonalam, maupun faktor manusia seperti kerusakan lingkungan. Memang benar tidak ada satupun yang bisa mengetahui kapan akan terjadi gempa. Namun melihat fakta bahwa sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempa, tidak ada salahnya bila pemerintah memetakan daerah rawan gempa. Sependapat dengan Pakar Gempa dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Danny Hilman, saat diwawancarai pers, kita perlu membuat peta risiko nasional. Tujuannya agar lebih jelas dan mengetahui mana daerah yang rawan gempa, kurang, serta tidak rawan. Pemikiran pakar gempa ini tentunya agar kita bisa juga waspada lebih dini terhadap gempa. Dan bagaimana seharusnya kita berbuat terhadap alam sehingga setidaknya bisa mengeliminir terjadinya bencana itu sendiri. @*
Waspada Dini Terhadap Gempa
Senin 01 Okt 2018, 04:58 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Alasan Nicky Kay Mundur dari OKAAY Apa? Ini Fakta yang Terungkap Di Balik Keputusan Teman Duet Okin
Nasional
Ada Pemadaman Listrik Lagi Hari Ini 25 Juni 2026 di Jawa Tengah dan Yogyakarta? Cek Info Terbaru PLN
EKONOMI
Harga Emas UBS Hari Ini 25 Juni 2026 Stabil di Rp2,89 Juta per Gram, Simak Daftar Pecahan dan Perbedaannya dengan Antam