Menghilang, Angkutan kota ber-AC di Kota Bekasi

Kamis 24 Mei 2018, 15:33 WIB

BEKASI – Apa kabar Angkot ber-AC di Kota Bekasi? Sepertinya kini telah hilang ditelan bumi. Tak dijumpai mengaspal di jalanan. Padahal, masih banyak warga yang mengharapkan kehadirannya. "Ga tau kenapa. Sudah lama banget nggak ngeliat," kata Misbah, warga Pekayon. Peluncuran mobil angkutan AC ini dilakukan pertengahan tahun lalu. Bahkan di tingkat nasional, Kota Bekasi ikut serta peluncuran. Bahkan saat itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan sejumlah kepala daerah disopiri langsung  Menteri Perhubungan Budi Karya naik K-02. Saat itu, Walikota Bekasi mengharapkan agar bantuan untuk mengadaan Angkot ber-AC proporsional. Pasalnya, jumlah Angkot sekitar 4.500 unit. Konon, katanya, jumlah total bantuan yang diserahkan sebanyak 40 fasilitas AC masing masing untuk Kota Bekasi, Kota Bogor, DKI Jakarta serta Kota Tangerang. Pengadaan angkot ber-AC ini merupakan standar pelayanan Angkutan orang dengan kendaaraan bermotor umum dalam trayek sesuai Permenhub no 29 tahun 2018 yg sudah harus diimplementasikan pada Februari 2018. Di Kota Bekasi baru diketahui satu unit yang dijadikan percontohan. Angkot K-02 itu dilengkapi pendingin serta sarana lain seperti DVD maupun layar monitor. Belum diketahui angkot ber-AC lain yang diluncurkan Dinas Perhubungan. Nyebur  Selokan Informasi yang diperoleh, satu angkot AC yang pernah dioperasikan adalah K-02 jurusan Bekasi-Pondokgede kini sudah tidak beriperasi. Pasalnya, unit itu tengah mengalami kecelakaan dan sampai saat ini belum bisa diperbaiki. Pemilik angkutan kota AC, Havi Rosi, yang dihubungi mengakui jika Angkot K-2 AC miliknya kini belum bisa beroperasi. Angkot itu sempat nyebur ke selokan karena dibawa kabur sopirnya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan jika angkutan ber-AC ini masih belum menarik banyak investor. Sehingga, sejak mobil ini diluncurkan Kementerian Perhubungan pada Senin, 15 Mei 2017 lalu, sampai saat ini dinas masih berusaha mencari pihak ketiga yang mau menyalurkan dananya tersebut. "Nampaknya swasta belum tertarik dengan angkot AC," katanya, Kamis (24/5). (Chotim/tri)


Berita Terkait


News Update