Pedagang di Pasar Kramat Jati, " Apa-apa Semua Mahal!"

Sabtu 17 Mar 2018, 05:04 WIB

JAKARTA - Sudah sebulan terakhir harga beberapa kebutuhan dapur terus naik. Terhitung dari akhir Februari, harga cabe, bawang merah, tomat, brokoli, jagung dan sawi hijau mengalami siklus naik-turun. Cuaca yang tak menentu menjadi salah satu pemicu beberapa sayuran mengalami gagal panen. Hal itu dibenarkan oleh pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut pantauan poskotanews, harga cabe, tomat, brokoli, jagung dan sawi hijau dalam minggu ini masih mengalami kenaikan. Beberapa pedagang mengeluhkan hal serupa terkait harga kebutuhan dapur itu. Kata-kata pertama yang keluar di mulut penjual adahal 'mahal'. Roy (25) salah satu penjual sayur membenarkan jika minggu ini beberapa barang dagangannya mengalami kenaikan. "Cabe merah, rawit merah, tomat, brokoli, sama bawang merah tuh mahal," kata pria asli serang ini Di Pasar Kramat Jati harga brokoli biasa di jual paling mahal Rp15ribu, namun sekarang dijual Rp25-30 ribu perkilo. Tomat biasa diecer Rp7000 sekarang menjadi Rp10000. Cabe rawit biasa dijual Rp50000 sekarang Rp60.000. Cabe merah biasa diecer Rp40000, sekarang harga jual bisa mecapai Rp50.000, Bawang merah biasa dijua dengan harga Rp10ribu sekarang menjadi kisaran Rp20000-Rp25000 perkilonya. Sedangkan untuk sawi Rp5000 menjadi Rp8000 per kilonya. Dan jagung biasa dijual Rp2000 sekarang jadi Rp3000. Menurut pedagang lain, Dadat (24) naiknya harga itu mempengaruhi jumlah pembeli. Biasanya langgannya membeli banyak sekarang hanya berani ambil beberapa kilo aja. "Ngurangin, ngurangin pembeli. Misalnya nih langganan beli tadinya 5 kilo. Sekarang ma cuma sekilo dua kilo aja. Mereka masih mikir harga bakalan dikurangin kalo beli banyak. Tapi kan nyatanya engga. Saya belanja juga udah mahal," imbuh pria aali bogor di Pasar Kramat Jati. Naiknya harga-harga ini karena ketersedian stok yang terbatas. Para pedagang di Pasar Kramat Jati juga mendapat stok terbatas. Dadat memberikan contohnya, sawi hijau yang biasa dia bawa bisa mencapai 50 kilogram, namun semenjak seminggu belakangan hanya dapat membawa paling banyak 20 kilogram. Dan biasanya memebuat para pedagang mendahulukan langgananya saat barang sulot di dapat seperti ini. Beberapa pedagang lainnya juga mengatakan jika harga ini belum stabil dalam sebulan belakang. Harga bisa naik tinggi lalu turun kemudian naik lagi. (Cw3/b)


News Update