PALEMBANG (Pos Kota) - Sekitar 70 persen kawasan transmigrasi kini telah tumbuhkembang menjadi embrio sentra-sentra produksi pangan. Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Roosari Tyas Wardani mengatakan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus membangun kemandirian pangan lokal. "Meskipun produk-produk pangan impor membanjiri Indonesia, masyarakat dikawasan transmigrasi tetap konsisten dan konsekuen memproduksi dan mengkonsumsi produk-produk pangannya sendiri," kata Roosari disela persiapan Seminar Pra Rembug Nasional Ketransmigrasian di Palembang, Senin (11/11). Dia berharap, kawasan transmigrasi dapat lebih diberdayakan secara optimal, agar kedepannya kawasan ini akan tumbuh dan berkembang menjadi pilar-pilar kemandirian dan ketahanan pangan yang solid dan efektif bagi Indonesia. Menurutnya, sejak tahun 1950-2012 telah dibuka lahan-lahan produktif seluas 4 juta hektar bagi 2 juta kepala keluarga (KK) di kawasan transmigrasi. "Dulu transmigrasi hanya diikuti oleh buruh tani, penyewa, purnawirawan TNI/Polri dan masyarakat kecil lainnya, tapi kini kaum muda yang berpendidikan diploma atau sarjana juga mulai tertarik," kata Roosari. Seminar Pra Rembug Nasional Ketransmigrasian yang diselenggarakan di Universitas Sriwijaya Palembang, , lanjut Roosari, diharapkan dapat menghimpun ide inovatif dan pemikiran strategis dari berbagai kalangan dalam meneguhkan peran kawasan transmigrasi sebagai penopang kemandirian pangan nasional. (Tri/d)
Kawasan Transmigrasi Tumbuh-Kembang Menjadi Sentra Pangan
Senin 11 Nov 2013, 23:45 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Daerah
Kemarau Ancam Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang, Dinas Pertanian Perkuat Mitigasi Cegah Gagal Panen
Daerah
Yanto Idorway Siapa? Ini Profil dan Kronologi Hilangnya Presenter TVRI Papua Barat hingga Ditemukan Meninggal