DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Bangunan rumah milik keluarga Lilik Waspada (64) di Jalan Pedati, Kelurahan Kali Mulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, ambruk total, Jumat, 6 November 2026.
Peristiwa yang terjadi pukul 19.30 WIB tersebut dipicu cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Depok sejak sore hari.
Musibah ini mengakibatkan Lilik dan istrinya, Lilik Winarsih (54) mengalami luka parah di bagian kepala akibat tertimpa puing atap kayu yang mendadak runtuh.
"Material atap menimpa pasangan suami istri di ruang tamu, sementara putri mereka selamat tanpa luka di dalam kamar," kata Petugas SLRT Kali Mulya, Dewi, Sabtu, 7 November 2026.
Baca Juga: Gebyar My Darling 2026 Tunas Global Depok Dorong Pola Hidup Sehat dan Edukasi Lingkungan
Warga sekitar langsung mengevakuasi kedua korban ke Puskesmas Kali Mulya untuk mendapatkan perawatan darurat, karena pendarahan di kepala.
Lilik Waspada mendapat tiga jahitan di kepala, sedangkan istrinya harus menerima total delapan jahitan pada bagian kepala dan bibir.
Pasangan paruh baya asal Blitar ini kini masih mengalami trauma berat serta shock pasca-insiden yang menghancurkan tempat tinggal mereka.
"Saat ini korban menumpang sementara di rumah tetangga sambil menunggu ketersediaan rumah kontrakan baru," ujarnya.
Baca Juga: Depok Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang dan KRL Jakarta-Bogor Sempat Tertahan
Rumah Lapuk Berstatus Sengketa
Struktur rumah tua seluas 60 meter persegi tersebut sudah lama memprihatinkan dan miring sebelum akhirnya ambruk total tak tersisa.
Rumah itu sebenarnya telah diajukan masuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kementerian Sosial, namun terkendala lantaran status tanahnya masih bersengketa.
Keluarga korban tergolong warga tidak mampu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari pekerjaan sang istri sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) serabutan.
"Usulan RTLH terganjal masalah kelengkapan surat kepemilikan tanah yang masih dalam pusaran sengketa," ucapnya.
Ketua RW 08 sekaligus Pokmas Kelurahan Kali Mulya, Ahmad Safrudin, mengonfirmasi bahwa pihak kelurahan telah mengajukan proposal bantuan darurat.
Koordinasi dilakukan bersama Kecamatan Cilodong untuk menyalurkan bantuan logistik melalui Baznas, PMI, dan Tagana Kota Depok.
Selain itu, pengurus RT 01 RW 04 menggalang swadaya masyarakat untuk mencarikan hunian kontrakan sementara bagi keluarga korban.
"Pengurus lingkungan bergotong royong mencarikan kontrakan agar keluarga korban dapat beristirahat dengan layak," tuturnya.
