Pramono Batasi Konser di JIS, Persija Jadi Prioritas dan Rumput Stadion Dievaluasi

Sabtu 07 Nov 2026, 13:00 WIB
Pramono akan membatasi penyelenggaraan konser musik untuk menjaga kualitas rumput dan memprioritaskan kebutuhan Persija Jakarta.. (Sumber: Poskota/Syifa)
Pramono akan membatasi penyelenggaraan konser musik untuk menjaga kualitas rumput dan memprioritaskan kebutuhan Persija Jakarta.. (Sumber: Poskota/Syifa)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membatasi penyelenggaraan konser musik di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kualitas rumput lapangan sekaligus memastikan stadion tersebut tetap menjadi kandang utama Persija Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tingginya minat promotor untuk menggelar konser di JIS tidak berarti seluruh permintaan akan disetujui. Pengelola stadion, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), diminta lebih selektif dalam mengatur penggunaan venue agar agenda hiburan tidak mengganggu jadwal pertandingan sepak bola.

"Termasuk konser-konser yang sekarang ini banyak yang ingin menggunakan JIS, tentunya kami akan melakukan pembatasan, enggak semua konser bisa dilakukan. Karena apa pun, saya tetap meminta kepada Jakpro bahwa JIS adalah kandangnya Persija," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Pramono, salah satu pertimbangan pembatasan tersebut adalah waktu pemulihan rumput setelah stadion digunakan untuk kegiatan nonolahraga. Ia menyebut lapangan membutuhkan waktu sekitar dua pekan sebelum kembali siap digunakan untuk pertandingan.

"Dan sekarang ini sudah ada jaminan bahwa dua minggu dari konser pasti sudah bisa digunakan untuk pertandingan," katanya.

Baca Juga: Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan Resmi Bercerai, Hakim Kabulkan Permohonan Talak di PA Jakarta Pusat

Rumput JIS Jadi Sorotan Setelah Mendapat Kritik Pemain

Kebijakan pembatasan konser muncul setelah kondisi rumput JIS mendapat kritik dari sejumlah pihak, termasuk pelatih dan pemain Persija. Kondisi lapangan menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kenyamanan bermain, kualitas pertandingan, hingga keselamatan pemain.

Menanggapi masukan tersebut, Jakpro menyatakan telah melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi lapangan. Head of SBU JIS Shinta Syamsul Arief mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap kualitas permukaan, kekuatan akar rumput, serta efektivitas pemeliharaan.

"Menindaklanjuti masukan dan perhatian yang disampaikan, Jakpro sampai dengan saat ini terus melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi rumput, termasuk aspek kualitas permukaan lapangan dan efektivitas pemeliharaan dan perawatan," ujar Shinta di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pada proses pemasangan, kerataan, dan kekuatan akar rumput. Jakpro juga mengklaim rumput kini lebih kuat melekat pada permukaan lapangan sehingga risiko terlepas ketika pertandingan berlangsung dapat ditekan.

Bahkan, menurut Shinta, pada pertandingan terakhir tidak ditemukan rumput yang terlepas. Meski begitu, pengelola memastikan pemantauan dan perawatan tetap dilakukan secara berkala.

Tiga Hal yang Menjadi Fokus Pengelolaan JIS

Pembatasan konser dan evaluasi rumput menunjukkan bahwa pengelolaan stadion perlu memperhatikan beberapa aspek sekaligus. Berikut tiga hal yang menjadi perhatian Pemprov DKI dan Jakpro:

Memprioritaskan Persija Jakarta. JIS diarahkan tetap menjadi kandang utama Macan Kemayoran sehingga jadwal pertandingan perlu diperhitungkan sebelum menerima agenda lain.

Mengatur jadwal konser. Tidak semua permintaan penyelenggaraan acara musik akan disetujui. Jeda penggunaan stadion perlu disesuaikan dengan kebutuhan pemulihan lapangan.

Meningkatkan kualitas rumput. Jakpro melanjutkan evaluasi teknis, mulai dari kerataan permukaan hingga kekuatan akar rumput untuk menjaga kondisi lapangan.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Harus Bersih-Bersih Cegah Duri dalam Daging

JIS Tetap Multifungsi dengan Memperhatikan Kualitas Lapangan

Pembatasan konser bukan berarti JIS tidak bisa digunakan untuk kegiatan hiburan. Namun, pengaturan jadwal menjadi penting agar fungsi stadion sebagai venue multifungsi tetap berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan olahraga.

Bagi Persija, kualitas lapangan menjadi bagian penting dalam menunjang pertandingan kandang. Sementara bagi penyelenggara acara, kepastian jadwal penggunaan stadion juga diperlukan untuk mempersiapkan kegiatan.

Ke depan, konsistensi perawatan dan pengaturan agenda akan menjadi tantangan pengelola JIS. Dengan begitu, stadion kebanggaan Jakarta tersebut diharapkan tetap dapat mengakomodasi berbagai kegiatan sekaligus menyediakan lapangan yang layak untuk pertandingan sepak bola.


Berita Terkait


News Update