POSKOTA.CO.ID - Kemenangan Persib Bandung atas Melbourne Victory dalam ajang AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 turut menjadi sorotan media Australia. Selain menelan kekalahan 0-2, wakil Negeri Kanguru itu juga harus menghadapi kondisi cuaca panas dan kelembapan udara tinggi saat bertanding di Bandung.
Persib mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Melbourne Victory di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026). Dua gol Balsa Sekulic pada babak kedua memastikan Maung Bandung mempertahankan rekor sempurna sekaligus memperkuat posisinya di puncak klasemen Grup E.
Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Melbourne Victory di kompetisi Asia musim ini. Sejumlah media Australia kemudian menyoroti jalannya pertandingan, termasuk peluang yang gagal dimanfaatkan tim tamu dan efektivitas Persib dalam menyelesaikan peluang.
Baca Juga: Live Skor Perempat Final Hylo Open 2026: Cek Update Poin Jonatan vs Kodai Naroka
Media Australia Soroti Cuaca Bandung
Australian Associated Press (AAP) mengangkat pertandingan tersebut melalui artikel berjudul Sweltering Victory suffer in ACL2 loss in Indonesia. Laporan yang ditulis Joey Lynch menyoroti kelembapan udara di Stadion Si Jalak Harupat yang dilaporkan mencapai 93 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi Melbourne Victory sepanjang pertandingan. Meski demikian, tim tamu sebenarnya sempat memiliki peluang untuk mengubah keadaan.
Pada menit ke-55, tembakan Clarismario Santos membentur bagian bawah mistar gawang Persib. Bola muntah yang kemudian disambar Charles Nduka juga gagal menghasilkan gol setelah pertahanan tuan rumah mampu mengantisipasinya.
Kegagalan memaksimalkan peluang itu menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan. Persib justru tampil lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan di depan gawang.
Dua Gol Balsa Sekulic Jadi Pembeda
Laman resmi A-Leagues turut memberitakan hasil tersebut melalui artikel berjudul Persib hand Melbourne Victory first ACL Two loss in stifling humidity.
Media tersebut menyoroti gol Sekulic pada awal babak kedua yang mengubah jalannya pertandingan. Persib kemudian kembali mencetak gol pada menit ke-67 sehingga Melbourne Victory semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.
Ketajaman Sekulic menjadi pembeda di antara kedua tim. Penyerang Persib bernomor punggung 99 itu mampu mengonversi dua peluang menjadi gol, sementara Melbourne Victory gagal memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki.
Performa Melbourne Victory Ikut Disorot
Selain membahas kekalahan dari Persib, media Australia juga menyoroti performa Melbourne Victory yang dinilai belum konsisten.
Football360 mengulas situasi tersebut melalui artikel From Australia Cup heartbreak to Asian setback: The numbers behind Victory’s slow start after ACL Two loss. Laporan itu mencatat Melbourne Victory hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.
Catatan tersebut mencakup kekalahan pada final Australia Cup, hasil dua pertandingan awal A-League Men, serta kekalahan dari Persib di kompetisi Asia.
Pelatih Melbourne Victory, Giovanni Savarese, juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir sebagai pembeda dalam pertandingan tersebut.
“Nomor 99 mereka mendapatkan dua peluang dan mencetak dua gol,” ujar Savarese.
Pernyataan itu merujuk kepada Sekulic yang berhasil memaksimalkan peluang untuk membawa Persib meraih kemenangan.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan ke-8 Hari Ini 30 Oktober 2026: Persebaya vs Persijap Main Jam Berapa?
Media Australia Ikut Mengangkat Kemenangan Persib
Media Australia lainnya, News.com.au, turut memberitakan kemenangan Persib. Hasil tersebut disorot sebagai pukulan bagi perjalanan Melbourne Victory di ACL Two, sekaligus memengaruhi persaingan kedua tim di Grup E.
Bagi Persib, kemenangan ini menjadi modal penting untuk menjaga posisi di klasemen dan melanjutkan persaingan di fase grup. Sementara itu, Melbourne Victory perlu mengevaluasi efektivitas serangan dan konsistensi permainan mereka.
Sorotan media Australia memperlihatkan bahwa kemenangan Persib bukan sekadar hasil pertandingan biasa. Ketajaman Balsa Sekulic, peluang Melbourne Victory yang terbuang, serta kondisi pertandingan di Bandung menjadi bagian dari cerita yang menarik perhatian di luar Indonesia.
