Peserta aksi membawa bendera Palestina dan poster berisi penolakan terhadap konser. Mereka meminta pemerintah serta aparat terkait mempertimbangkan kembali izin penyelenggaraan acara.
Koordinator lapangan aksi, Wahyu Kurniawan, menyebut dugaan keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk militer Israel sebagai salah satu alasan keberatan masyarakat.
Penolakan juga disertai rencana kegiatan keagamaan di sekitar Borobudur. Ketua Kelompok Kerja Aqsa Biro Jawa Tengah, Reza Subasir, mengatakan sejumlah umat Islam di Magelang berencana menggelar mujahadah atau pengajian akbar apabila konser tetap berlangsung.
“Rencananya, apabila konser Bocelli ini berlanjut, kemarin ada informasi dari teman-teman Magelang katanya akan mengadakan mujahadah di sana, di Borobudur juga,” ujar Reza.
Alasan Promotor Tetap Melanjutkan Konser
Di tengah penolakan tersebut, Shoemaker Live menegaskan bahwa konser tetap berjalan sesuai jadwal. Promotor menyebut keputusan itu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan pihaknya memahami kepedulian masyarakat terhadap konflik dan penderitaan rakyat Palestina.
“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan,” ujar Prajna dalam keterangan tertulis.
Promotor juga menyampaikan bahwa Bocelli akan mendedikasikan lagu untuk perdamaian dunia. Selain itu, Shoemaker Live merencanakan program donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan wilayah lain yang terdampak perang.
Baca Juga: 4 Cara Ajukan Pinjaman Renovasi Rumah Tanpa Ribet Lewat Aplikasi Digital
Jadwal Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Berikut jadwal konser Romanza 30th Anniversary World Tour di Indonesia:
Borobudur, Magelang: Sabtu, 31 Oktober 2026.
JIExpo Kemayoran, Jakarta: Selasa, 3 November 2026.
