JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan (faskes) di DKI Jakarta diserukan untuk meningkatkan kewaspadaan meny menyebarnya kasus Influenza A.
Langkah deteksi dini di tingkat Puskesmas hingga kesiapan stok obat-obatan kini menjadi sorotan utama demi mencegah lonjakan infeksi saluran pernapasan di ibu kota.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti, menilai Pemprov DKI memang sudah memperkuat surveilans dan pencatatan kasus. Namun, pemantauan aktif di lapangan terutama pada fasilitas kesehatan tingkat pertama masih harus diperketat agar potensi penularan tidak meluas tanpa terdeteksi.
"Warga tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada. Deteksi dini dan informasi yang akurat menjadi kunci penanganan," ujar Zahrina.
Baca Juga: DPRD DKI Jajaki Kerja Sama AI dan Teknologi Ramah Lingkungan dengan Parlemen Chungnam Korsel
Sebagai garda terdepan, Puskesmas memegang peran ganda: melacak potensi kenaikan kasus sekaligus mengedukasi masyarakat terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Edukasi ini penting mengingat gejala awal Influenza A sering kali disalahartikan sebagai flu biasa. Perhatian khusus juga diarahkan pada kelompok rentan, seperti balita, lansia, dan penderita penyakit penyerta (komorbid).
“Puskesmas harus menjadi benteng terdepan melalui deteksi dini, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, serta edukasi pencegahan penularan,” kata dia.
Kelompok ini memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi berat jika terpapar infeksi saluran pernapasan.
Oleh karena itu, kesadaran warga untuk segera memeriksakan diri saat gejala memburuk dan konsisten menggunakan masker saat sakit menjadi benteng pertahanan utama.
Sinergi antara pengawasan pemerintah, kesiapan faskes, dan kewaspadaan masyarakat diharapkan dapat memutus rantai penularan Influenza A di Jakarta secara efektif dan berkelanjutan.
