POSKOTA.CO.ID - Selebgram Irenna Kristyn tengah menjadi perbincangan setelah unggahannya yang menyindir aksi protes Greenpeace terkait tuntutan penurunan biaya hidup menuai kritik di media sosial.
Konten tersebut memicu beragam reaksi dari netizen karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap persoalan ekonomi yang menjadi perhatian masyarakat.
Dampak dari kontroversi itu tidak hanya berhenti pada kritik warganet.
Kontrak kerja Irenna Kristyn dengan agensi Samudera Management juga dilaporkan telah diputus.
Selain itu, muncul seruan boikot terhadap dirinya sebagai respons atas unggahan yang beredar luas di media sosial.
Kontroversi yang melibatkan Irenna Kristyn bermula dari unggahannya mengenai aksi protes Greenpeace yang digelar di Bundaran HI pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Dalam aksi tersebut, isu biaya hidup menjadi salah satu hal yang disoroti melalui tuntutan kepada pemerintah.
Irenna kemudian mengunggah pernyataan yang menyinggung tuntutan penurunan biaya hidup tersebut.
Dalam unggahannya, ia membandingkan gaya hidupnya dengan tindakan menyebarkan kembali spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah.
"Gaya hidupku tinggi, makanya aku kerja keras bukan repost spanduk 'turunkan biaya hidup," tulis Irenna, disertai emoji menjulurkan lidah.
Di tengah ramainya pembahasan, akun Instagram Irenna Kristyn turut menjadi sasaran.
Lantas, akun Instagram Irenna Kristyn apa? Simak profil, aktivitas bisnis, serta klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikannya.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Jepang di Piala Asia 2027: Kapan, Jam Berapa, dan Live di Mana?
Akun IG Irenna Kristyn Apa?
Di tengah kontroversi yang berkembang, akun Instagram Irenna Kristyn dilaporkan tidak dapat ditemukan atau diakses.
Ketika dicari, halaman akun tersebut menampilkan keterangan "Maaf, halaman ini tidak tersedia,".
Pesan tersebut menunjukkan bahwa halaman tidak dapat diakses pada saat pengecekan.
Namun, keterangan itu saja belum cukup untuk memastikan penyebabnya, apakah akun dinonaktifkan, dihapus, mengalami pembatasan, atau terdapat kendala lain.
Kendati demikian, berdasarkan informasi yang beredar, Irenna Kristyn memiliki nama lengkap Irenna Kristyn Daiyanna.
Dirinya dikenal sebagai selebgram dan kreator konten asal Yogyakarta yang aktif membagikan berbagai konten seputar fesyen, kecantikan, serta gaya hidup.
Salah satu tema yang menonjol dalam konten Irenna Kristyn adalah fesyen muslimah.
Ia kerap membagikan inspirasi outfit of the day atau OOTD yang memadukan hijab modern dengan pakaian bergaya simpel, kasual, dan tetap elegan.
Di luar fesyen, Irenna juga membagikan konten mengenai kecantikan dan perawatan kulit.
Selain beraktivitas sebagai selebgram dan influencer, Irenna Kristyn diketahui menjalankan bisnis di bidang fesyen. Dua merek yang dikaitkan dengannya adalah Ranaette dan Malory Kids.
Ranaette disebut berfokus pada produk fesyen muslimah, sedangkan Malory Kids menyasar kebutuhan pakaian anak-anak.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Irenna Kristyn
Setelah unggahannya menuai kecaman, Irenna Kristyn menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf.
Dalam klarifikasinya, Irenna mengakui, unggahan yang menjadi perbincangan tersebut dibuat oleh dirinya sendiri.
Ia juga menyampaikan penyesalan karena konten itu menimbulkan kegaduhan dan berpotensi menyinggung perasaan sejumlah pihak.
"Saya, Irenna Kristyn, ingin menyampaikan permohonan maaf atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa postingan tersebut dapat menyinggung perasaan sebagian pihak dan menimbulkan kesalahpahaman. Melalui klarifikasi ini, saya ingin meluruskan beberapa hal," ungkap Irenna Kristyn seperti dikutip pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Dia menjelaskan bahwa unggahan tersebut telah dihapus setelah menyadari potensi polemik yang ditimbulkan.
"Pertama, postingan tersebut memang dibuat oleh saya sendiri. Namun, setelah menyadari bahwa konten tersebut berpotensi menyinggung dan menimbulkan polemik, saya segera menghapusnya. Saya memahami bahwa menghapus postingan tidak serta-merta menghilangkan dampak yang telah ditimbulkan. Saya menyesali hal tersebut dan memohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Sangat disayangkan, tangkapan layar postingan tersebut kemudian tersebar luas dengan narasi yang berkembang dan menimbulkan berbagai persepsi," jelasnya.
Irenna juga menyebut telah berupaya menyampaikan permintaan maaf sebelum klarifikasi tersebut dipublikasikan.
Namun, ia mengaku khawatir, karena persoalan yang awalnya berkaitan dengan unggahan di media sosial turut merambah ke ranah pribadi dan memengaruhi rasa aman keluarganya.
"Kedua, sebelum klarifikasi ini disampaikan, saya telah berupaya meminta maaf atas kesalahan saya. Namun, persoalan ini masih terus bergulir hingga merambah ke ranah pribadi dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan serta kenyamanan keluarga saya. Saya berharap persoalan ini dapat disikapi secara bijak tanpa melibatkan atau mengancam pihak yang tidak berkaitan langsung dengan permasalahan ini," sambung dia.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Irenna turut menegaskan dukungannya terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Irenna menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi berharap perbedaan tersebut tidak berujung pada kebencian maupun serangan pribadi.
"Ketiga, saya ingin menegaskan bahwa saya sangat mendukung keberadaan UMKM lokal dan menghargai perjuangan para pelaku usaha lokal dalam membangun serta mengembangkan usahanya. Saya menyadari bahwa postingan saya telah menimbulkan persepsi yang berbeda dari maksud yang ingin saya sampaikan. Saya percaya bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, karena setiap orang memiliki sudut pandang dan cara berpikir yang berbeda. Saya berharap perbedaan tersebut dapat disikapi dengan saling menghargai, tanpa harus berujung pada kebencian dan serangan pribadi," terangnya.
Lebih lanjut, Irenna menyatakan, kejadian tersebut menjadi bahan pembelajaran baginya untuk lebih berhati-hati ketika menyampaikan pendapat di ruang publik.
Pihaknya mengakui, setiap perkataan dan tindakan di media sosial memiliki konsekuensi.
"Saya menyadari bahwa setiap perkataan dan tindakan di media sosial memiliki konsekuensi. Saya menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menyampaikan sesuatu di ruang publik," tukasnya.
