"Ketiga, saya ingin menegaskan bahwa saya sangat mendukung keberadaan UMKM lokal dan menghargai perjuangan para pelaku usaha lokal dalam membangun serta mengembangkan usahanya. Saya menyadari bahwa postingan saya telah menimbulkan persepsi yang berbeda dari maksud yang ingin saya sampaikan. Saya percaya bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, karena setiap orang memiliki sudut pandang dan cara berpikir yang berbeda. Saya berharap perbedaan tersebut dapat disikapi dengan saling menghargai, tanpa harus berujung pada kebencian dan serangan pribadi," terangnya.
Lebih lanjut, Irenna menyatakan, kejadian tersebut menjadi bahan pembelajaran baginya untuk lebih berhati-hati ketika menyampaikan pendapat di ruang publik.
Pihaknya mengakui, setiap perkataan dan tindakan di media sosial memiliki konsekuensi.
"Saya menyadari bahwa setiap perkataan dan tindakan di media sosial memiliki konsekuensi. Saya menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menyampaikan sesuatu di ruang publik," tukasnya.
