POSKOTA.CO.ID - Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap balita di dalam lift menjadi sorotan di media sosial. Video yang disebut terjadi di Malaysia tersebut memicu keprihatinan warganet karena memperlihatkan seorang anak diduga mendapat perlakuan kasar dari dua orang dewasa.
Dalam sejumlah unggahan, peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Alor Setar, Malaysia. Namun, lokasi kejadian maupun identitas orang-orang yang terekam belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang beredar.
Perhatian publik muncul setelah potongan rekaman tersebut menyebar luas. Warganet meminta agar dugaan kekerasan terhadap anak itu diperiksa lebih lanjut, sekaligus memastikan keselamatan anak-anak yang terlihat dalam video.
Kronologi Dugaan Kekerasan terhadap Balita dalam CCTV
Berdasarkan narasi yang menyertai video, kejadian bermula ketika seorang perempuan memasuki lift sambil membawa dua anak balita. Salah satu anak berada di dalam stroller, sedangkan anak lainnya disebut berjalan tanpa menggunakan kereta dorong.
Tidak lama kemudian, seorang pria ikut masuk ke dalam lift. Situasi disebut berubah ketika kedua anak diduga berebut menggunakan stroller.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut terlihat menendang stroller yang sedang ditempati seorang anak. Sementara itu, perempuan yang berada di dalam lift diduga melakukan sejumlah tindakan kasar terhadap balita tersebut.
Anak itu terlihat didorong dan mengalami perlakuan yang dinarasikan sebagai tamparan serta benturan dengan dinding lift. Rekaman tersebut juga memperlihatkan dugaan perlakuan kasar terhadap anak yang berada di stroller.
Setelah keluar dari lift, anak lainnya disebut kemudian ditempatkan di atas stroller tersebut.
Meski demikian, kronologi itu masih merujuk pada potongan video dan keterangan yang beredar di media sosial. Pemeriksaan rekaman secara utuh serta keterangan pihak terkait diperlukan untuk memastikan kejadian sebenarnya.
Identitas Orang dalam Video Masih Dipertanyakan
Selain dugaan kekerasan, asal-usul orang-orang yang terekam CCTV turut menjadi perbincangan. Sejumlah unggahan menduga mereka merupakan warga negara Indonesia karena percakapan dalam video disebut menggunakan bahasa Indonesia.
