Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik, Bahlil Soroti Kenaikan Harga Minyak Dunia

Kamis 22 Okt 2026, 11:39 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM subsidi agar tidak naik hingga akhir 2026 di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM subsidi agar tidak naik hingga akhir 2026 di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026 meski harga minyak mentah dunia mengalami tekanan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah masih berupaya menjaga harga BBM subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Kepastian ini disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Pemerintah tetap mencermati kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang berpotensi menambah kebutuhan anggaran subsidi energi.

“Pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi. Tidak ada kenaikan,” ujar Bahlil.

Bagi masyarakat yang mengandalkan BBM bersubsidi untuk mobilitas sehari-hari, kebijakan ini menjadi perhatian penting. Sebab, perubahan harga bahan bakar dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga hingga biaya operasional usaha kecil.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 24K Hari Ini 22 Oktober 2026 Merosot Lagi, Jadi Rp2,315 Juta per Gram

Harga ICP Tembus USD 92 per Barel, di Atas Asumsi APBN

Bahlil menjelaskan, harga ICP saat ini berada di kisaran USD 92 per barel. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi harga minyak mentah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni sekitar USD 70 per barel.

Selisih tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga anggaran energi. Ketika harga minyak meningkat, biaya pengadaan energi dan kebutuhan dana untuk subsidi maupun kompensasi dapat ikut bertambah.

Meski begitu, pemerintah menilai harga BBM subsidi masih dapat dipertahankan apabila pergerakan harga minyak tetap dalam batas yang diperkirakan.

“Kita targetkan kalau begini terus mungkin di bawah USD 100 per barel. Jadi, relatif oke untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih menghitung dampak kenaikan harga minyak terhadap kemampuan fiskal negara. Namun, perkembangan harga minyak dan kebutuhan anggaran tetap perlu dipantau, terutama jika tekanan pasar berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Airlangga Sebut APBN Masih Mampu Menyerap Tekanan Harga Minyak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa APBN masih memiliki kapasitas untuk menyerap dampak kenaikan harga minyak.


Berita Terkait


News Update