Tak Hanya Marbot, Pramono Ajak 2 Juara MTQ Jakarta Berangkat Umrah

Rabu 21 Okt 2026, 12:11 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberangkatkan 48 marbot dan juara MTQ beribadah umrah di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberangkatkan 48 marbot dan juara MTQ beribadah umrah di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 44 perwakilan marbot masjid dari setiap kecamatan di Jakarta diberangkatkan untuk beribadah umrah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga menambahkan dua peserta berprestasi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 Tahun 2026, sehingga total peserta yang diberangkatkan menjadi 48 orang, termasuk dua pendamping.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan pemberangkatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi marbot dalam menjaga kehidupan keagamaan dan kerukunan masyarakat di ibu kota.

“Pemerintah DKI Jakarta yang pertama memberangkatkan ibadah umrah kepada 44 marbot yang ada di Jakarta, dua orang pendamping, dan dua orang adalah juara MTQ ke-31,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026.

Baca Juga: Kelakar Wakil Ketua KPK Fitroh kepada Pramono Anung Sebut Praktis Kerjanya Tak Sembrono

Pramono menyampaikan program pemberangkatan umrah bagi marbot tidak berhenti pada tahun ini. Pemprov DKI akan kembali memberangkatkan peserta pada kesempatan berikutnya sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah berkontribusi dalam kegiatan keagamaan.

“Untuk umrah, ini kan bukan hanya sekali dan memberangkatkannya akan berkali-kali. Nantinya pasti akan ada yang diberangkatkan dari DKI Jakarta,” ujarnya.

Selain memberangkatkan peserta umrah, Pemprov Jakarta menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara kepada 125 masjid di Jakarta. Setiap masjid menerima bantuan senilai Rp40 juta yang bersumber dari anggaran hibah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.

Apresiasi Prestasi Kafilah MTQ

Pada kesempatan yang sama, Pramono turut mengapresiasi capaian kafilah Jakarta yang meraih peringkat ketiga dalam MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026 di Jawa Tengah dengan perolehan 132 poin.

Baca Juga: Target Saingi Busan, Pramono Anung Dukung Jakarta jadi Pusat Perfilman Global

Kafilah Jakarta meraih enam predikat terbaik pertama, enam terbaik kedua, dua terbaik ketiga, enam harapan pertama, tujuh harapan kedua, dan satu harapan ketiga. Para peserta berprestasi tersebut mendapat penghargaan melalui anggaran hibah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.

Ia berharap capaian tersebut dapat meningkat pada penyelenggaraan MTQ tahun depan, ketika Jakarta menjadi tuan rumah. Ia meminta para peserta mempersiapkan diri agar mampu meraih prestasi yang lebih baik sekaligus menyumbangkan kebanggaan bagi Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun.

“Untuk tahun depan karena MTQ berlangsung di Jakarta dan sekaligus Jakarta sebagai tuan rumah, saya berharap bahwa prestasinya akan menjadi lebih baik,” ucapnya.

Politisi PDIP itu juga memberikan perhatian kepada peserta MTQ yang belum memperoleh bantuan pendidikan. Ia meminta jajarannya memeriksa kelayakan penerima agar pelajar berprestasi yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan agar prestasi di bidang keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan. Dengan demikian, para peserta tidak hanya mendapat apresiasi atas pencapaiannya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi.

Penguatan IPM dan Kerukunan Beragama

Pramono menilai kontribusi marbot, pengurus masjid, dan generasi muda yang berprestasi di bidang keagamaan turut berperan dalam menjaga kerukunan serta kualitas kehidupan masyarakat Jakarta.

Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta mencapai 85,05 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kontribusi berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang aktif menjaga kehidupan keagamaan dan keharmonisan sosial.

“Dalam kota yang penduduknya 11 juta, dengan daerah penyangganya atau yang disebut dengan megapolitan 42 juta totalnya, tentunya bukan persoalan yang mudah dan gampang. Dan untuk itu harus dirawat dengan sebaik-baiknya,” tutur Pramono.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ketenteraman dan kerukunan di tengah keberagaman Jakarta. Menurutnya, peran masyarakat menjadi penting agar kehidupan beragama tetap berjalan kondusif di tengah besarnya jumlah penduduk dan kompleksitas persoalan perkotaan. (M4)


Berita Terkait


News Update