Tak Hanya Marbot, Pramono Ajak 2 Juara MTQ Jakarta Berangkat Umrah

Rabu 21 Okt 2026, 12:11 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberangkatkan 48 marbot dan juara MTQ beribadah umrah di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberangkatkan 48 marbot dan juara MTQ beribadah umrah di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)

Ia berharap capaian tersebut dapat meningkat pada penyelenggaraan MTQ tahun depan, ketika Jakarta menjadi tuan rumah. Ia meminta para peserta mempersiapkan diri agar mampu meraih prestasi yang lebih baik sekaligus menyumbangkan kebanggaan bagi Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun.

“Untuk tahun depan karena MTQ berlangsung di Jakarta dan sekaligus Jakarta sebagai tuan rumah, saya berharap bahwa prestasinya akan menjadi lebih baik,” ucapnya.

Politisi PDIP itu juga memberikan perhatian kepada peserta MTQ yang belum memperoleh bantuan pendidikan. Ia meminta jajarannya memeriksa kelayakan penerima agar pelajar berprestasi yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan agar prestasi di bidang keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan. Dengan demikian, para peserta tidak hanya mendapat apresiasi atas pencapaiannya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi.

Penguatan IPM dan Kerukunan Beragama

Pramono menilai kontribusi marbot, pengurus masjid, dan generasi muda yang berprestasi di bidang keagamaan turut berperan dalam menjaga kerukunan serta kualitas kehidupan masyarakat Jakarta.

Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta mencapai 85,05 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kontribusi berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang aktif menjaga kehidupan keagamaan dan keharmonisan sosial.

“Dalam kota yang penduduknya 11 juta, dengan daerah penyangganya atau yang disebut dengan megapolitan 42 juta totalnya, tentunya bukan persoalan yang mudah dan gampang. Dan untuk itu harus dirawat dengan sebaik-baiknya,” tutur Pramono.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ketenteraman dan kerukunan di tengah keberagaman Jakarta. Menurutnya, peran masyarakat menjadi penting agar kehidupan beragama tetap berjalan kondusif di tengah besarnya jumlah penduduk dan kompleksitas persoalan perkotaan. (M4)


Berita Terkait


News Update