POSKOTA.CO.ID - Pemerintah bersiap melakukan transformasi besar dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Mengutip keterangan pers Dewan Ekonomi Nasional (DEN), pemerintah akan secara resmi meluncurkan skema baru Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital pada 10 November 2026.
Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus kebijakan, di mana pemerintah tidak lagi mengandalkan subsidi berbasis barang atau produk, melainkan mengalihkannya secara penuh ke skema transfer tunai secara digital (cash transfer) langsung kepada masyarakat yang berhak.
Pengalihan dari Subsidi Produk ke Transfer Tunai Digital
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pembenahan mekanisme penyaluran bantuan sosial ini bertujuan untuk menciptakan keadilan yang lebih merata bagi masyarakat penerima manfaat.
"Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah, yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer. Jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi," kata Luhut saat memberikan keterangan pers usai melaporkan hasil rekomendasi DEN kepada Presiden.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis dan Rekening Digital untuk Bansos, Ini Skemanya
Melalui skema cash transfer digital ini, penerima manfaat dapat menerima bantuan secara langsung tanpa perantara barang. Hal ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan secara lebih fleksibel serta meminimalisir potensi kebocoran anggaran subsidi.
Solusi Tekan Risiko Salah Sasaran
Persoalan data yang tidak akurat serta bantuan yang salah sasaran kerap menjadi tantangan utama dalam penyaluran bansos di Indonesia. Namun, menurut keterangan DEN pada awak media, penerapan teknologi digital dalam sistem Perlinsos terbukti mampu menekan masalah tersebut secara signifikan.
Berdasarkan studi dan penjelas yang disampaikan DEN dari hasil piloting uji coba di Provinsi Bali, penggunaan sistem Perlinsos Digital sukses memangkas dua jenis kesalahan utama dalam distribusi bantuan:
- Meminimalisasi Exclusion Error: Angka warga miskin yang berhak tetapi terlewat dari daftar penerima berhasil diturunkan sebesar 24,1%.
- Menekan Inclusion Error: Angka warga yang tidak layak namun menerima bantuan berhasil ditekan hingga tersisa 4,1%.
Baca Juga: Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos, Termasuk BLT Kesra Rp900 Ribu
Riset ini membuktikan bahwa digitalisasi sistem perlindungan sosial mampu membuat alur pendataan dan penyaluran bansos menjadi jauh lebih transparan, efisien, serta tepat sasaran.
Skema Distribusi dan Kesiapan Infrastruktur jelang Peluncuran 10 November
Menjelang roll out atau peluncuran resmi oleh Presiden pada 10 November, infrastruktur dan jangkauan sistem Perlinsos Digital telah menunjukkan kesiapan yang matang di seluruh wilayah Indonesia.
