POSKOTA.CO.ID - Gigi berlubang bikin nyut-nyutan? Belum lagi kalau napas mulai bau. Tapi, apakah gigi berlubang menyebabkan bau mulut? Apa hubungannya?
Saat keduanya datang bersamaan, Anda tentu jadi lebih kurang percaya diri. Aktivitas harian seperti bekerja menghadapi klien akan sangat terganggu.
Nah, daripada hanya menebak-nebak hubungan keduanya, yuk, cari tahu alasannya. Kenali juga kebiasaan sederhana apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.
Baca Juga: Gigi Sensitif Makin Parah? 5 Kebiasaan Sepele Ini jadi Penyebabnya
Benarkah Gigi Berlubang Bisa Menyebabkan Bau Mulut?
Ya, gigi berlubang memang bisa menjadi salah satu penyebab bau mulut. Saat gigi mengalami kerusakan, lubang pada gigi menjadi tempat sisa makanan dan bakteri.
Melansir Cleveland Clinic, bau mulut atau rasa tidak enak di mulut adalah salah satu tanda gejala gigi berlubang.
Pada saat inilah, bakteri memecah sisa makanan di sekitar gigi dan menghasilkan senyawa berbau yang membuat bau napas kurang sedap.
Tapi, jangan langsung menganggap bau mulut terjadi karena gigi berlubang saja. Ada banyak penyebab lainnya, seperti penyakit gusi, mulut kering, atau makanan tertentu.
Baca Juga: Hukum Sikat Gigi Saat Puasa Ramadhan, Makruh atau Membatalkan?
- Kebiasaan Sederhana Mencegah Gigi Berlubang dan Bau Mulut
Mencegah gigi berlubang serta bau mulut tidak selalu dengan perawatan rumit. Mulailah dengan beberapa kebiasaan sederhana berikut ini:
- Jangan Lewatkan Sikat Gigi Pagi dan Malam
Menyikat gigi mungkin sudah jadi rutinitas, tapi apakah Anda selalu melakukannya dua kali sehari?
Sisa makanan dan plak yang dibiarkan menempel lama menjadi tempat bakteri berkembang. Karena itu, biasakan sikat gigi dua kali, yaitu pagi dan malam sebelum tidur.
- Pilih Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride
Saat memilih pasta gigi, jangan hanya memperhatikan rasa atau sensasi segar. Cek kandungan dan pilih pasta gigi yang mengandung fluoride seperti Closeup.
Bahan fluoride membantu memperkuat enamel sehingga gigi lebih tahan kerusakan. Gunakan rutin setiap kali sikat gigi untuk membantu menurunkan risiko gigi berlubang.
- Jangan Lupa Bersihkan Sela-sela Gigi
Sudah rajin menyikat gigi, tapi masih sering menemukan sisa makanan terselip di antara sela gigi? Hal ini wajar karena bulu sikat tidak selalu bisa menjangkau area sempit.
Agar tidak menjadi tempat berkumpulnya bakteri, bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss. Alat ini membantu menghilangkan sisa makanan dan menjaga gigi bersih.
- Kurangi Kebiasaan Ngemil Makanan Manis
Suka ngemil permen, coklat, kue, atau minum minuman manis? Tidak harus langsung berhenti, tetapi sebaiknya frekuensinya dikurangi.
Terlalu sering mengonsumsinya membuat gigi lebih sering terpapar asam yang dihasilkan bakteri. Risiko gigi berlubang pun semakin meningkat.
- Bersihkan Lidah, Bukan hanya Gigi
Sudah menyikat gigi tapi napas masih kurang segar? Coba perhatikan juga kebersihan lidah. Permukaannya dapat menjadi tempat bakteri.
Sempatkan membersihkan lidah setiap kali menyikat gigi dengan pembersih lidah atau bagian belakang sikat gigi secara perlahan agar mulut lebih segar.
- Biasakan Minum Air Putih
Air putih bukan hanya menghilangkan dahaga. Minum air juga membantu menjaga mulut tetap lembap dan membantu membilas sisa makanan tertinggal.
Kebiasaan ini cukup mudah dilakukan, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang manis.
- Jangan Lupa, Cek ke Dokter Gigi Rutin
Jangan menunggu sakit baru ke dokter gigi. Gigi berlubang tidak selalu menimbulkan rasa sakit, karena itu Anda harus cek rutin.
Pemeriksaan rutin akan membantu Anda mengenali apakah ada lubang kecil yang harus diperbaiki sebelum menimbulkan masalah lebih para.
Mulai sekarang, rawat gigi dan mulut secara rutin agar tetap sehat. Untuk kesegaran mulut, pasta gigi Closeup hadir untuk membantu Anda menjaga napas tetap segar.
