Sisa makanan dan plak yang dibiarkan menempel lama menjadi tempat bakteri berkembang. Karena itu, biasakan sikat gigi dua kali, yaitu pagi dan malam sebelum tidur.
- Pilih Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride
Saat memilih pasta gigi, jangan hanya memperhatikan rasa atau sensasi segar. Cek kandungan dan pilih pasta gigi yang mengandung fluoride seperti Closeup.
Bahan fluoride membantu memperkuat enamel sehingga gigi lebih tahan kerusakan. Gunakan rutin setiap kali sikat gigi untuk membantu menurunkan risiko gigi berlubang.
- Jangan Lupa Bersihkan Sela-sela Gigi
Sudah rajin menyikat gigi, tapi masih sering menemukan sisa makanan terselip di antara sela gigi? Hal ini wajar karena bulu sikat tidak selalu bisa menjangkau area sempit.
Agar tidak menjadi tempat berkumpulnya bakteri, bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss. Alat ini membantu menghilangkan sisa makanan dan menjaga gigi bersih.
- Kurangi Kebiasaan Ngemil Makanan Manis
Suka ngemil permen, coklat, kue, atau minum minuman manis? Tidak harus langsung berhenti, tetapi sebaiknya frekuensinya dikurangi.
Terlalu sering mengonsumsinya membuat gigi lebih sering terpapar asam yang dihasilkan bakteri. Risiko gigi berlubang pun semakin meningkat.
- Bersihkan Lidah, Bukan hanya Gigi
Sudah menyikat gigi tapi napas masih kurang segar? Coba perhatikan juga kebersihan lidah. Permukaannya dapat menjadi tempat bakteri.
Sempatkan membersihkan lidah setiap kali menyikat gigi dengan pembersih lidah atau bagian belakang sikat gigi secara perlahan agar mulut lebih segar.
- Biasakan Minum Air Putih
Air putih bukan hanya menghilangkan dahaga. Minum air juga membantu menjaga mulut tetap lembap dan membantu membilas sisa makanan tertinggal.
Kebiasaan ini cukup mudah dilakukan, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang manis.
- Jangan Lupa, Cek ke Dokter Gigi Rutin
Jangan menunggu sakit baru ke dokter gigi. Gigi berlubang tidak selalu menimbulkan rasa sakit, karena itu Anda harus cek rutin.
