Cegah Tawuran di Bassura, Polisi Tangkap 20 Pemuda dan Sita Celurit hingga Air Keras

Selasa 20 Okt 2026, 13:51 WIB
Direktorat Samapta Polda Metro Jaya bersama personel Polwan menangkap 20 pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran di kawasan Bassura, Jakarta Timur, Selasa, 20 Oktober 2026 dini hari. (Sumber: Polda Metro Jaya)
Direktorat Samapta Polda Metro Jaya bersama personel Polwan menangkap 20 pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran di kawasan Bassura, Jakarta Timur, Selasa, 20 Oktober 2026 dini hari. (Sumber: Polda Metro Jaya)

JATINEGARA, POSKOTA.CO.ID - Langkah cepat jajaran Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta bersama personel Polwan Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan potensi aksi tawuran berdarah di kawasan Bassura, Jakarta Timur, Selasa, 20 Oktober 2026 dini hari.

Sebanyak 20 pemuda yang diduga hendak melakukan bentrokan diringkus petugas di lokasi kejadian beserta sejumlah barang bukti berbahaya.

Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, menjelaskan bahwa penindakan ini berawal dari aduan warga yang masuk ke pusat layanan kepolisian sekitar pukul 01.23 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim patroli bergerak cepat menyisir lokasi untuk memecah kerumunan massa.

“Sekitar pukul 04.30 WIB, seluruh pemuda yang diamankan diserahkan kepada petugas piket untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Wahyu.

Baca Juga: Jakarta Darurat Tawuran, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Remaja dan Sita 56 Sajam

Dari hasil penyisiran di lapangan, petugas mengamankan deretan barang bukti yang disiapkan untuk aksi kekerasan tersebut. Di antaranya satu bilah celurit, satu bilah golok, sebotol cairan yang diduga kuat air keras, 12 unit ponsel, serta tiga unit sepeda motor yang ditinggalkan para pelaku.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa operasi preventif ini merupakan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Budi, pendekatan yang dilakukan tidak sekadar penindakan hukum, tetapi juga perlindungan terhadap masa depan para remaja yang kerap menjadi korban maupun pelaku kekerasan jalanan.

“Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan lingkungan tetap aman dan anak-anak muda tidak terlibat dalam kekerasan yang dapat merugikan masa depan mereka,” ucap Budi.

Baca Juga: Pelajar Tewas saat Tawuran, DPRD Jakarta Minta Bansos Keluarga ABH Dicabut

Guna mencegah peristiwa serupa terulang, Budi meminta peran aktif para orang tua dan pengurus lingkungan setempat untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak muda, khususnya pada jam-jam rawan dini hari.


Berita Terkait


News Update