Polisi Tembak Sesama Personel di Pondok Cabe, Menko Polkam Soroti Mental Anggota Polri

Senin 19 Okt 2026, 17:54 WIB
Ilustrasi penembakan anggota polisi. (Sumber: Freepik/@senivpetro)
Ilustrasi penembakan anggota polisi. (Sumber: Freepik/@senivpetro)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyoroti insiden polisi menembak sesama personel kepolisian di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Menurutnya, evaluasi sistem rekrutmen anggota Polri sangat penting untuk mencegah kasus polisi menyerang sesama personel terjadi.

“Memang kadang-kadang anak-anak di lapangan ya, ini perlu menyikapi lah ya masalah emosi yang harus dikendalikan,” keluh Dudung, Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Dudung, anggota Polri yang menghadapi persoalan untuk menyampaikan masalah tersebut kepada atasan. Langkah itu dinilai dapat membuka ruang mediasi sehingga konflik bisa diselesaikan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Baca Juga: Petasan Picu Tawuran di Manggarai, Polisi Tangkap Enam Terduga Pelaku

Karena itu, ia memastikan kasus tersebut akan menjadi bahan evaluasi, termasuk terhadap mekanisme penerimaan calon anggota kepolisian. Aspek ideologi dan psikologi, menurutnya, perlu mendapat perhatian dalam proses seleksi.

“Pasti akan dievaluasi. Ya, sistem rekrutmen entah ideologi, psikologi itu pasti akan sangat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya seperti itu, ya,” ujarnya.

Kronologi Penembakan Polisi

Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri kepada Kak Korpolairud Baharkam Polri, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 04.40 WIB.

Saat kejadian, korban bernama Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai bertugas sebagai tenaga administrasi pada bagian Pamperslog Ditpoludara. Adapun Andika juga bertugas di bagian yang sama.

Baca Juga: Diduga Curi Kucing Persia, Pria di Bekasi Dicokok Polisi

Dalam laporan tersebut, dugaan pembunuhan disebut berawal dari persoalan pribadi antara korban dan terduga pelaku. Andika merasa kerap disalahkan dan mengalami perundungan oleh Valdo.


Berita Terkait


News Update