“Salut untuk KPK. Semoga kian gencar mengungkap korupsi yang jelas – jelas merugikan rakyat dan merusak mental bangsa,” kata Yudi.
“Kian ironi, jika aparat yang seharusnya mengawasi, mencegah korupsi malah membiarkan korupsi terjadi, kemudian menikmati hasil korupsi dari imbalasn negosiasi menutupi kecurangan yang terjadi,” urai mas Bro.
“Tak ubahnya membiarkan korupsi terjadi, terpenting mendapatkan imbalan. Makin besar nilai korupsi, tawaran imbalan akan semakin besar. Jika sudah demikian, bagaimana korupsi dapat diberantas tuntas,” kata Heri.
“Ibarat pepatah pagar makan tanaman ya,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Sidang Tahunan MPR Tidak akan Putar Musik Berjoget
“Pepatah itu tidak sama persis. Tapi boleh lah, namanya juga mengibaratkan. Orang yang diberi kepercayaan menjaga dan melindungi negara dari segala tindak pidana korupsi, malah membuka peluang terjadinya korupsi,” urai mas Bro.
“Yang jelas hingga Oktober tahun ini sudah 14 kepala daerah yang ditangkap KPK karena dugaan korupsi. Terbanyak, 6 kepala daerah di Jawa Tengah,” ujar Heri.
“Bupati Klaten melengkapi angka 20 kepala daerah hasil pilkada tahun 2024 yang terjerat korupsi. Semoga tak ada lagi kepala daerah terjerat korupsi,” harap Yudi.
“Itu harapan kita semua, tetapi tak sedikit yang bertanya siapa lagi kepala daerah akan terjerat korupsi?” ujar mas Bro.
