Selain perlindungan masyarakat, MER-C menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kemungkinan lonjakan pasien dengan keluhan akibat kabut asap. Penguatan logistik rumah sakit diperlukan agar pelayanan medis tetap berjalan ketika jumlah warga yang membutuhkan penanganan meningkat.
MER-C Indonesia juga mengingatkan para relawan agar mengutamakan keselamatan selama bertugas di wilayah terdampak karhutla. Koordinasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan lembaga kemanusiaan dinilai penting untuk memastikan perlindungan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Kami mengimbau seluruh relawan MER-C dan relawan lainnya di wilayah terdampak kabut asap untuk tetap menjaga keselamatan diri serta berkoordinasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan lembaga kemanusiaan,” ajak MER-C.
