JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Deteksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait masuknya sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan ke atmosfer Jakarta memicu lonjakan permintaan masker.
Pasar Pramuka di Matraman, Jakarta Timur, yang dikenal sebagai pusat alat kesehatan terbesar di ibu kota, mulai dipadati warga yang ingin mengantisipasi dampak gangguan pernapasan.
Pemilik Toko Ganti Medika di Pasar Pramuka, Wati (46) mengatakan penjualan masker di lapaknya mengalami peningkatan berkisar antara 20 hingga 30 persen.
"Kenaikan pembelian masker mencapai 20 sampai 30 persen setelah BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker akibat asap karhutla Kalimantan," kata Wati, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Wati menyayangkan tindakan sejumlah spekulan pedagang eceran di luar area Pasar Pramuka yang memanfaatkan situasi panic buying dengan melambungkan harga secara sepihak.
Ia menegaskan pedagang di Pasar Pramuka tetap menjual masker standar medis dengan harga normal tanpa menaikkan margin keuntungan secara berlebihan.
Masker medis jenis N95 dipatok seharga Rp130 ribu per boks isi 10 unit, masker Sensi seharga Rp150 ribu, serta masker medis hijau biasa tetap stabil di angka Rp25 ribu per boks.
"Di tempat kami harga tetap normal tidak naik. Kami tidak mau memanfaatkan kesusahan masyarakat yang sedang membutuhkan perlindungan kesehatan," ujarnya.
Warga Antisipasi ISPA
Sejumlah pembeli mengaku mendatangi langsung Pasar Pramuka guna mendapatkan stok masker medis berkualitas dengan harga yang terjangkau.
