TANGERANG SELATAN, POSKOTA.CO.ID – Suasana mencekam masih menyelimuti kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pascaledakan hebat yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026. Aktivitas perdagangan di sekitar lokasi lumpuh total akibat kerusakan bangunan, pemadaman listrik, serta trauma mendalam yang dirasakan para pedagang yang menjadi saksi mata.
Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing kayu dan material bangunan hancur berserakan di jalanan. Beberapa unit sepeda motor milik warga juga tampak rusak parah dan hangus terbakar.
Akses ke pusat ledakan kini telah dibatasi rapat menggunakan garis polisi. Meski demikian, sejumlah warga masih terlihat berkerumun di luar perimeter untuk melihat dari dekat kondisi ruko yang hancur.
Petugas gabungan dari BPBD Tangerang Selatan, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, tim SAR, hingga relawan tampak hilir-mudik melakukan olah TKP dan penanganan pascabencana.
Baca Juga: Ledakan Pasar Cimanggis, Polisi Pastikan Bukan Bom dan Dapur MBG
Suara Jeritan di Tengah Asap Pekat
Salah seorang saksi yang juga pedagang di sekitar lokasi, Alex Tanto, mengungkapkan detik-detik peristiwa mengerikan yang terjadi sekitar pukul 06.05 WIB tersebut.
Saat ledakan terjadi, ia tengah bersiap untuk beristirahat di lantai dua ruko milik keluarganya.
"Saya panik, langsung lari turun ke bawah tanpa sempat pakai baju karena memang lagi siap-siap istirahat," ujar Alex saat ditemui di lokasi, Jumat, 16 Oktober 2026.
Begitu sampai di lantai bawah, Alex mendapati istrinya yang sedang menjaga toko sudah dalam kondisi panik luar biasa.
Baca Juga: Polisi Periksa Instalasi Listrik Usut Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel
Ketika mencoba melangkah keluar bangunan, pandangannya langsung tertutup asap hitam yang sangat pekat.
"Keluar toko, bagian bawah ini sudah penuh asap semua, tidak kelihatan apa-apa. Di tengah asap itu, saya dengar orang-orang minta tolong dan jerit-jerit kesakitan. Mereka keluar dari pekatnya asap seperti muncul dari kabut gunung," tuturnya menggambarkan situasi histeris saat itu.
Dampak guncangan ledakan tersebut turut merusak tempat tinggal Alex. Genteng rumahnya berjatuhan dan sebagian area lantai dua dilaporkan ambruk. Kendati seluruh keluarga dan karyawannya berhasil selamat tanpa luka serius, insiden tersebut menyisakan trauma berat.
"Sampai hari ini saya belum bisa tidur sama sekali. Kemarin jam satu malam coba meram, tapi suara ledakan dan bayangan kejadian itu muncul lagi. Langsung terjaga sampai detik ini," ungkapnya.
Baca Juga: Tabung Gas Etilen 52 Kg Ditemukan di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel
Aktivitas Perdagangan Lumpuh Total
Selain trauma psikologis, dampak ekonomi juga langsung dirasakan para pemilik usaha di kawasan Pasar Cimanggis. Mayoritas toko memilih tutup dan menghentikan operasional harian.
Alex mengaku belum bisa kembali mengoperasikan tokonya lantaran pasokan daya dari PLN di sekitar area terdampak masih dipadamkan demi alasan keamanan dan proses investigasi.
"Kalau listrik sudah hidup saya pasti buka. Tapi karena sekarang masih padam total, ya tidak bisa berbuat apa-apa," pungkas Alex. (M1)
