Selain kemampuan teknis, Herry menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian hutan. Polisi Khusus Kehutanan diminta bekerja sama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, masyarakat adat, serta kelompok masyarakat peduli api.
“Tugas menjaga hutan dan pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian,” kata dia.
Ia mengatakan kolaborasi antarlembaga dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pengawasan, terutama di wilayah rawan kebakaran dan kerusakan ekosistem. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.
Selanjutnya, Herry berharap seluruh personel yang telah menyelesaikan pendidikan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh saat kembali bertugas di berbagai daerah. Dia turut mengapresiasi Pusdik Binmas Lemdiklat Polri serta para tenaga pendidik dan instruktur yang terlibat dalam pelatihan tersebut.
“Jadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” tuturnya.
