KLATEN, POSKOTA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap di Jawa Tengah yang menjerat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah atas dugaan kasus suap dan korupsi.
Penangkapan ini seketika menyita perhatian publik. Berikut empat fakta utama di balik OTT Bupati Klaten beserta profil dan rincian kekayaan kedua pejabat tersebut:
1. Barang Bukti Rp1,9 Miliar dan Wadah Tong Plastik Biru
Dalam operasi tangkap tangan ini, tim penyidik KPK mengamankan barang bukti uang tunai senilai kurang lebih Rp1,9 miliar. Nominal tersebut meningkat setelah penyidik melakukan penghitungan lanjutan dari perkiraan awal sekitar Rp1 miliar.
Selain uang tunai, penyidik turut menyita barang bukti berupa sebuah tong plastik berwarna biru yang diduga dipergunakan oleh Bupati Klaten sebagai wadah penampung uang suap.
"Uang tunai senilai sekitar Rp1,9 miliar diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini. Ember atau tong tersebut diduga yang digunakan bupati untuk menampung atau menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya kepada awak media, Jumat, 16 Oktober 2026.
Baca Juga: Bupati Klaten Ditangkap Kasus Apa? KPK OTT Hamenang Wajar Ismoyo dan 19 Orang Lainnya
2. Naik Penyidikan dan 10 Orang Diboyong ke Jakarta
Setelah dilakukannya gelar perkara, KPK resmi menaikkan status perkara penindakan di Kabupaten Klaten ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
Dari total 19 orang yang sempat diamankan di wilayah Klaten, sebanyak sembilan orang diboyong ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026. Ditambah satu orang yang ditangkap di wilayah Jakarta, kini terdapat 10 orang yang tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk penetapan status hukum.
"Dari total 19 orang yang diamankan oleh tim KPK di wilayah Klaten, 9 orang di antaranya dibawa tadi malam berangkat menggunakan kereta dan pagi ini sudah tiba di gedung Merah Putih KPK. Ditambah satu orang yang diamankan di wilayah Jakarta tadi malam, total yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan ada 10 orang," jelas Budi Prasetyo.
3. Menjerat Lima Kluster Perkara Korupsi
Penyidikan KPK membeberkan bahwa praktik dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten mencakup lima kluster perkara sekaligus. Meliputi dugaan penerimaan terkait pengadaan barang dan jasa, pengurusan perizinan, penerimaan upah pungut, penerimaan lainnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klaten, serta dugaan pemberian suap oleh Bupati Klaten kepada oknum pejabat BPK demi memuluskan proses audit laporan keuangan daerah.
Baca Juga: Rincian Harta Kekayaan Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Dikabarkan Kena OTT KPK
"Penyelidikan ini terkait dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Klaten terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, serta penerimaan dari dinas atau OPD. Selain itu diduga terkait pemberian oleh bupati kepada oknum BPK dalam kaitannya pemeriksaan atau audit BPK. Sehingga dalam perkara ini ada lima kluster," ungkap Budi dalam kesempatan yang sama.
4. Profil dan Rincian Kekayaan Dua Figur Pejabat
Operasi tangkap tangan ini menyita perhatian publik karena melibatkan dua figur pejabat berpengaruh di Jawa Tengah:
a. Hamenang Wajar Ismoyo (Bupati Klaten)
- Identitas & Pendidikan: Lahir di Klaten pada 26 November 1988, Hamenang merupakan politikus muda PDI Perjuangan dan lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
- Rekam Jejak Karir: Sebelum dilantik sebagai Bupati Klaten periode 2025–2030, ia memiliki rekam jejak di legislatif sebagai anggota DPRD Klaten (2014–2019) dan Ketua DPRD Klaten (2019–2024). Ia juga aktif sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Klaten.
Harta Kekayaan LHKPN:
- Awal Menjabat (17 Juli 2025): Rp5.740.257.888 (Rp5,74 miliar).
- Laporan Periodik 2025 (26 Maret 2026): Rp5.983.361.557 (Rp5,98 miliar).
- Perubahan Kekayaan: Tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp243.103.669 (sekitar Rp243,1 juta) dalam kurun waktu kurang dari satu tahun menjabat.
- Rincian Aset Terbaru: Terdiri dari 5 aset tanah dan bangunan di Klaten dan Yogyakarta senilai Rp2,59 miliar, 6 unit alat transportasi (seperti Honda Civic, Mazda RX-8, Toyota Minibus, Kawasaki Ninja, dan Yamaha Fazzio) senilai Rp565 juta, harta bergerak lainnya Rp263,5 juta, surat berharga/harta lainnya Rp1,34 miliar, serta kas sebesar Rp1,21 miliar tanpa catatan hutang.
b. Ahmad Luthfi H. Rahmatullah (Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah)
- Identitas & Pendidikan: Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1967, Luthfi merupakan auditor senior lulusan D3 Akuntansi STAN, S-1 Akuntansi Universitas Padjadjaran, dan S-2 Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran.
- Rekam Jejak Karir: Mengawali karier di BPK sejak tahun 1989. Sebelum menjabat Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah sejak Maret 2025, ia pernah memimpin BPK Perwakilan Papua Barat dan Gorontalo.
Harta Kekayaan LHKPN:
- Laporan Periodik 2025 (19 Februari 2026): Rp7.611.274.392 (Rp7,61 miliar).
- Rincian Aset Utama: Didominasi oleh 6 aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Bandung senilai Rp4,56 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp2,45 miliar, kendaraan senilai Rp394,8 juta, harta bergerak Rp231,2 juta, serta potongan hutang senilai Rp34,9 juta.
