Pramono Sebut Pemilahan Sampah Pangkas 500 Ton Kiriman ke Bantargebang per Hari

Kamis 15 Okt 2026, 14:55 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mencatatkan penurunan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hingga sekitar 500 ton per hari.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut penurunan tersebut terjadi setelah masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah.

Menurut Pramono, kebijakan pemilahan sampah mengubah pola pengelolaan sampah di Jakarta. Jika sebelumnya sampah langsung diangkut ke tempat pembuangan, kini sampah dipilah terlebih dahulu sebelum diangkut dan diolah.

“Kalau dulu angkut damping di Bantargebang, sekarang adalah pilah dulu, diangkut, diolah. Akibat perubahan pilah sampah ini, rata-rata di Bantargebang itu mengalami penurunan 500 ton sampah per hari,” kata Pramono di kawasan Jakarta Barat, Kamis 15 Oktober 2026.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Jakarta Kurang dari 4 Persen, Pramono Sebut Ketimpangan Terus Ditangani

Pramono mengungkapkan, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Dengan penerapan pemilahan, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang kini didominasi residu atau sampah yang tersisa setelah proses pemilahan dan pengolahan.

“Jadi, dari 9.000 itu 3.000 yang kita damping di Bantargebang, yang lain adalah yang namanya TPS 3R, macam-macam, dan lain-lain seperti itu,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta juga mendorong pemisahan sampah organik dan anorganik agar sampah yang masih dapat diolah tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Untuk memperkuat penanganan sampah, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pramono mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber energi.

Baca Juga: Pramono Resmikan Universitas Ciputra Jakarta, Harap Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik. Di Jakarta, rencana pembangunan PLTSa mencakup tiga lokasi, yakni Bantargebang, Tanjungan di Kamal Muara, Jakarta Utara, serta Sunter.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menjalin kerja sama dengan Danantara untuk pembangunan PLTSa di Bantargebang dan Kamal Muara. Sementara itu, fasilitas di Sunter turut disiapkan sebagai bagian dari rencana pengembangan pengolahan sampah di ibu kota.

Selain pembangunan PLTSa, fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan juga menjadi bagian dari sistem pengolahan sampah Jakarta. Melalui kombinasi pemilahan dari sumber, pengolahan sampah, dan pemanfaatan menjadi energi, pemerintah berharap volume sampah yang berakhir di Bantargebang dapat terus ditekan.

Pramono menilai gerakan memilah sampah perlu terus diperkuat agar penanganan sampah Jakarta tidak hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir. (M4)


Berita Terkait


News Update