JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mencatatkan penurunan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hingga sekitar 500 ton per hari.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut penurunan tersebut terjadi setelah masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah.
Menurut Pramono, kebijakan pemilahan sampah mengubah pola pengelolaan sampah di Jakarta. Jika sebelumnya sampah langsung diangkut ke tempat pembuangan, kini sampah dipilah terlebih dahulu sebelum diangkut dan diolah.
“Kalau dulu angkut damping di Bantargebang, sekarang adalah pilah dulu, diangkut, diolah. Akibat perubahan pilah sampah ini, rata-rata di Bantargebang itu mengalami penurunan 500 ton sampah per hari,” kata Pramono di kawasan Jakarta Barat, Kamis 15 Oktober 2026.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Jakarta Kurang dari 4 Persen, Pramono Sebut Ketimpangan Terus Ditangani
Pramono mengungkapkan, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Dengan penerapan pemilahan, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang kini didominasi residu atau sampah yang tersisa setelah proses pemilahan dan pengolahan.
“Jadi, dari 9.000 itu 3.000 yang kita damping di Bantargebang, yang lain adalah yang namanya TPS 3R, macam-macam, dan lain-lain seperti itu,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta juga mendorong pemisahan sampah organik dan anorganik agar sampah yang masih dapat diolah tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
Untuk memperkuat penanganan sampah, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pramono mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber energi.
Baca Juga: Pramono Resmikan Universitas Ciputra Jakarta, Harap Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik. Di Jakarta, rencana pembangunan PLTSa mencakup tiga lokasi, yakni Bantargebang, Tanjungan di Kamal Muara, Jakarta Utara, serta Sunter.
