POSKOTA.CO.ID - Insiden ledakan terjadi di ruko Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu malam, 14 Oktober 2026.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat, dan delapan orang lainnya mengalami luka ringan berdasarkan data sementara.
Berdasarkan informasi, dua korban meninggal dunia tercatat masing-masing di RSUD Tangerang Selatan dan Rumah Sakit Fatmawati.
Kendati demikian, data korban masih bersifat sementara dan dapat diperbarui mengikuti perkembangan proses evakuasi serta pendataan dari pihak berwenang.
Hingga Kamis dini hari, 15 Oktober 2026, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap faktor yang memicu ledakan di kawasan perdagangan tersebut.
Ledakan yang terjadi di area Pasar Cimanggis itu turut berdampak pada sejumlah bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, sekitar empat blok ruko berlantai dua mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Besarnya dampak kejadian membuat aparat bergerak untuk melakukan pemeriksaan di lokasi, mengumpulkan bukti, serta mendata warga yang menjadi korban.
Lantas, penyebab ledakan di Ruko Pasar Cimanggis Ciputat apa?Berikut dugaan awal, serta perkembangan penyelidikan ledakan yang menewaskan dua orang di Tangerang Selatan.
Baca Juga: Dua Penyidik Dihadirkan, Sidang Dugaan Pemerasan Ungkap Kronologi Penjemputan Bangun Paulus
Penyebab Ledakan di Ruko Pasar Cimanggis Ciputat Apa?
Penyebab ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, hingga Kamis dini hari masih belum diketahui secara pasti.
Kepolisian masih mengumpulkan bukti dan memeriksa kondisi di sekitar lokasi untuk mengetahui sumber ledakan.
Meski begitu, Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh bom.
“Ini bukan bom. Ini bukan bom, ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatyo.
Dalam pemeriksaan awal di lokasi ledakan, petugas menemukan sebuah tabung etilen berukuran 52 kilogram.
Temuan tersebut disampaikan Susatyo saat memberikan keterangan mengenai perkembangan penyelidikan.
“Ditemukan sebuah tabung etilen. Tabung etilen 52 kilogram yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah,” kata Susatyo.
Kepolisian dijadwalkan melakukan olah TKP lanjutan dengan melibatkan tim Puslabfor Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan.
Di samping itu, pemeriksaan terhadap lima saksi akan membantu penyidik menyusun kronologi serta memperjelas kondisi di lokasi sebelum insiden.
Sementara proses penyelidikan berlangsung, data sementara mencatat 13 orang menjadi korban, termasuk dua orang yang meninggal dunia.
