Kepala Bidang Ballistik Metallurgi Forensik (Kabid Balmetfor) Puslabfor Polri, AKBP Jakaria Sembiring, mengungkapkan bahwa titik pusat ledakan diidentifikasi berada di dalam ruangan khusus yang digunakan untuk mempercepat proses pematangan buah pisang.
Di lokasi tersebut, tim forensik menemukan satu tabung gas etilen berukuran 50 kilogram.
"Pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan refining untuk mematangkan buah pisang. Kita menemukan ada sebuah tabung gas etilen isi 50 kilogram," kata Jakaria.
Meski demikian, pihak Puslabfor belum menyimpulkan secara final penyebab pasti ledakan. Saat ini petugas masih menyisir sisa reruntuhan untuk mencari komponen pendukung lain, seperti regulator.
"Kami tidak berani berhipotesis karena forensik harus berbasis fakta riil. Pencarian komponen seperti regulator masih terus kita upayakan," tuturnya. (M1)
