Ledakan Pasar Cimanggis, Polisi Pastikan Bukan Bom dan Dapur MBG

Kamis 15 Okt 2026, 20:24 WIB
Kondisi ruko dan bangunan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pascaledakan, Kamis, 15 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Rizki Gojali)
Kondisi ruko dan bangunan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pascaledakan, Kamis, 15 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Rizki Gojali)

TANGERANG SELATAN, POSKOTA.CO.ID – Polisi memastikan tidak ada unsur bahan peledak maupun bom dalam peristiwa ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Selain itu, pihak kepolisian juga meluruskan simpang siur informasi serta menegaskan bahwa lokasi kejadian bukanlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan, menyampaikan bahwa sterilisasi lokasi oleh Unit Tim Jinak Bom (jibom) tidak menemukan indikasi bahan peledak.

"Hasil dari rekan-rekan Unit Jibom yang melakukan sterilisasi, sementara tidak ditemukan barang berupa bom atau bahan peledak," ujar Imron di lokasi kejadian, Kamis.

Baca Juga: Polisi Periksa Instalasi Listrik Usut Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel

Ia menambahkan, penyidik saat ini fokus mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian di balik insiden tersebut dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.

"Kami akan memperdalam apakah ini suatu unsur yang disengaja atau tidak disengaja," katanya.

Sementara terkait isu yang beredar jika ruko tersebut merupakan dapur MBG, Imron menjelaskan ruko tersebut murni tempat usaha komersial yang sebagian areanya disewa sebagai gudang penyimpanan logistik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan tempat pengolahan makanan.

Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan insiden ini dengan program pemerintah tersebut.

Baca Juga: Tabung Gas Etilen 52 Kg Ditemukan di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel

"Intinya ini tempat dia berjualan, jadi untuk MBG tidak terkait secara langsung. Ini murni aktivitas bisnis dia," tegasnya.

Diduga Dipicu Gas Etilen di Ruang Pematangan Buah


Berita Terkait


News Update