DPRD DKI Gandeng Pemerintah Victoria Australia, Buka Peluang Beasiswa dan Double Degree

Kamis 15 Okt 2026, 21:47 WIB
DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin. (Sumber: Istimewa)
DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - DPRD DKI Jakarta tengah menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia. Kolaborasi ini difokuskan pada perluasan akses pendidikan tinggi, mencakup program beasiswa luar negeri hingga skema double degree bagi mahasiswa asal Jakarta.

Langkah ini diambil guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

Kepastian tersebut mengemuka saat Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menerima kunjungan delegasi Pemerintah Victoria yang dipimpin Commissioner to Southeast Asia, Naïla Mazzucco, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi E M. Subki, Sekretaris Komisi E Justin Adrian, serta Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko.

Baca Juga: Terima Audiensi Pedagang Taman Puring, DPRD DKI Minta Perhatikan Usaha Warga

"Kami menyambut baik kolaborasi ini untuk memperluas akses beasiswa, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke universitas-universitas di Australia, khususnya di wilayah Victoria," ujar Suhud.

Fokus Bidang Strategis untuk Pembangunan Jakarta

Dalam pertemuan yang juga dihadiri 14 perwakilan institusi pendidikan asal Victoria tersebut, Suhud menekankan bahwa program beasiswa luar negeri ini harus menyasar bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Jakarta.

Suhud menyebutkan beberapa sektor prioritas perkotaan yang membutuhkan penguatan SDM, antara lain:

  • Transportasi publik dan manajemen lalu lintas
  • Pelayanan kesehatan masyarakat
  • Pengelolaan lingkungan hidup
  • Pengembangan pariwisata dan industri kreatif

Baca Juga: DPRD DKI Dukung Replikasi Pengelolaan Sampah Terpadu di 11 Sungai Jakarta

"Kerja sama ini harus fokus pada bidang-bidang yang memang dibutuhkan Jakarta. Tujuannya agar dampak jangka panjangnya bisa langsung meningkatkan kualitas pelayanan publik," tegas Suhud.

Selain beasiswa penuh, skema lain yang ditawarkan adalah program gelar ganda (double degree). Program kolaborasi antar-perguruan tinggi Indonesia dan Australia ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman serta ijazah internasional tanpa harus menempuh seluruh masa studi di luar negeri.

Dukungan senada disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki. Menurutnya, pengalaman pendidikan internasional sangat penting untuk membekali generasi muda dengan keahlian sektor strategis. Namun, ia mengingatkan agar para penerima beasiswa nantinya kembali untuk mengabdi.

"Ilmu dan pengalaman internasional yang mereka dapatkan harus dimanfaatkan untuk pembangunan daerah. Suatu saat mereka harus kembali untuk membangun Jakarta menjadi lebih baik," kata Subki.

Baca Juga: DPRD DKI Himbau Mal dan Gedung Swasta Gratiskan Parkir 30 Menit untuk Ojol

Peluang Kolaborasi Kampus Australia di Indonesia

Sementara itu, Commissioner to Southeast Asia Pemerintah Victoria, Naïla Mazzucco, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kebutuhan pendidikan Pemprov DKI Jakarta.

Victoria memiliki deretan institusi pendidikan unggulan yang fokus pada bidang-bidang industri masa depan, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber (cybersecurity), ilmu hayati (life sciences), bisnis, hingga tata kelola pariwisata.

Naïla menjelaskan bahwa kerja sama pendidikan ini tidak hanya terbatas pada pengiriman mahasiswa secara langsung ke Australia, tetapi juga bisa memanfaatkan kampus cabang yang sudah beroperasi di Indonesia.

"Peluang kolaborasi bisa dilakukan melalui institusi pendidikan kami yang telah beroperasi di sini, seperti Monash University Indonesia di Jakarta dan Deakin University Lancaster University Indonesia di Bandung," jelas Naïla.

Berdasarkan data Pemerintah Victoria, saat ini terdapat lebih dari 9.000 pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di negara bagian tersebut. Angka ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa Indonesia terhadap kualitas pendidikan tinggi di Australia.

"Kami sangat menantikan kesempatan untuk bekerja sama secara konkret dengan DKI Jakarta dalam mengembangkan program-program pendidikan ini," pungkas Naïla.


Berita Terkait


News Update