Pernyataan berani serta ajakan protes dari Windah rupanya memancing reaksi keras dari sejumlah akun di media sosial. Kolom komentar dan pesan pribadinya mendadak diserbu narasi negatif serta tuduhan bahwa aksinya ditunggangi kepentingan politik tertentu.
Sejumlah akun menuding Windah menerima bayaran dari politisi hingga mafia lahan. Salah satu akun bernama @abi***p melayangkan tuduhan terbuka terkait keterlibatan figur politik.
"Yahh blunderrr, di bayar berapa bang ama om anies, bisaa bisanya streamer sebesar lu blunder gini. Gara-gara lu jadi mereka ke doktrin buat ngikutin omongan lu yang bikin pecah belah bangsa, " tulisnya di kolom komentar.
Beberapa akun lainnya juga kedapatan menggunakan templat komentar yang seragam untuk memunculkan narasi bahwa Windah sengaja memprovokasi viewers-nya.
Windah Respons Tuduhan Buzzer
Menanggapi gelombang tuduhan tersebut, Windah Basudara memberikan respons santai namun menohok. Ia mempertanyakan dari mana asal distribusi dana yang digunakan untuk menggerakkan akun-akun penyerang tersebut.
Baca Juga: Windah Basudara Streaming Game Horor Supranatural Viral 'Aku Harus Berani!'
"Bela hutan dan hewan dibilang dibayar mafia, dibayar anies. Tapi gw akui buzzer-buzzer ini lumayan research. Mereka tau gw gak buka saweria. Dan banyak bener komen template yang ngaku-ngaku penonton lama padahal mah gak nonton. Ini distribusi uangnya dari mana yah, jangan bilang ada distribusi pajak yg selama ini kita bayar," tuturnya.
Alih-alih gentar, pria berusia 34 tahun itu justru menegaskan punya pasukan sendiri yang bergerak tanpa perlu dibayar, yakni para penonton dan masyarakat yang tergerak oleh hati nurani.
"Mereka dibayar, gue juga punya buzzer yang bergerak pake hati nurani aja, enggak perlu dibayar-bayar," tegas Windah. Ia pun meminta para pengikutnya untuk terus membagikan informasi mengenai kondisi karhutla agar isu kemanusiaan ini tidak tenggelam begitu saja. (m6)
