POSKOTA.CO.ID - Youtuber gamer Windah Basudara menyuarakan isu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan. Lewat sesi live streaming dan unggahan di media sosial, Windah secara terbuka mengkritik penanganan bencana tersebut serta menyerukan gerakan kepedulian publik.
Aksi vokal Windah terlihat saat ia melakukan siaran langsung memainkan berbagai game bahasa Indonesia, seperti The River Behind Us dan Uncanny Tales: The Watcher.
Di sela-sela permainan, ia menyempatkan diri membaca keluhan ribuan penonton yang terdampak kabut asap hebat di berbagai daerah, seperti Kalimantan, Palembang, Jambi, hingga Pekanbaru.
"Prihatin buat para korban dan malu sih, malu sama negara sendiri, malu sama pemerintah lebih tepatnya," kata Windah dalam siaran langsungnya, dikutip Poskota, Rabu, 14 Oktober 2026.
Saat memainkan game Uncanny Tales: The Watcher yang mengisahkan tentang penjaga hutan cagar alam buatan developer asal Rusia, ia melontarkan sindiran terkait perbedaan hukum pembakaran hutan di dalam game dan di Indonesia.
"Di tempat ini kita kerja jaga hutan, kalau kita blunder gak sengaja sebabkan kebakaran itu bisa dipenjara dan harus bertanggung jawab. Lah di Indonesia sengaja bakar hutan makin kaya, bukannya dipenjara," ujarnya.
Tidak hanya berhenti di situ, Windah secara gamblang mengajak komunitas penonton setianya, untuk bersatu dan melakukan aksi protes jika tanah hutan yang terbakar nantinya dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.
"Kalau tanah-tanah Kalimantan dan sekitarnya jadi sawit, kita mau nggak ikut pemberontakan? Udah kesel sih, kesel banget pasti. Awas aja kalau sampai jadi sawit. Walaupun gua tahu kalian mostly bocil, tapi setidaknya kita gerak lah," ucapnya.
Baca Juga: Keren, Windah Basudara Jadi YouTuber Pertama Indonesia yang Masuk dalam Game Efootball 2025!
Bukan hanya dalam sesi live streaming, lewat unggahan Instagram Story, Windah juga mengajak para kreator konten, influencer, dan tokoh publik untuk menggunakan pengaruh algoritma mereka. Ia mendesak para pemilik panggung media sosial agar ikut bersuara membantu warga yang menderita ISPA guna mendobrak kebisuan pemerintah.
