Merek tersebut dikembangkan dengan menggali tradisi perawatan kecantikan perempuan Indonesia serta memanfaatkan kekayaan alam Nusantara sebagai sumber inspirasi.
Martha mempelajari berbagai referensi mengenai praktik kecantikan tradisional, termasuk manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta
Kehadiran Sariayu juga menjadi bagian dari perkembangan industri kosmetik lokal yang berupaya menghadirkan produk sesuai kebutuhan konsumen Indonesia.
Melalui merek tersebut, Martha ikut memperkenalkan pendekatan kecantikan yang menghubungkan perawatan diri dengan kekayaan budaya Nusantara.
Langkah penting lainnya dalam perjalanan bisnis Martha Tilaar terjadi pada 1981.
Pada tahun tersebut, Martha bersama Pranata Bernard dan Theresa Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto.
Perusahaan ini menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan bisnis kosmetik dan produk herbal di bawah Martha Tilaar Group.
Atas kiprahnya di bidang kecantikan, Martha Tilaar memperoleh gelar doktor kehormatan atau honoris causa dalam bidang Fashion and Artistry dari World University di Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
