JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta memperkuat pencegahan Tuberkulosis (TBC) dengan melacak hingga keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien.
Kepala Dinkes Jakarta, Ika Ruspitawati mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko penularan sekaligus mempercepat penanganan TBC di Ibu Kota.
“Yang mungkin harus dikejar adalah pencegahannya. Pencegahannya itu dilakukan dengan memberikan terapi pencegahan terhadap keluarga atau kontak serumah dari penderita TBC,” kata Ika di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2026.
Untuk memperluas jangkauan program, pihaknya berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW, camat, serta lurah. Mereka dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat dan mendorong keluarga pasien bersedia menjalani terapi pencegahan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Baca Juga: Penuh Gelombang Penolakan, Senator DPD Desak Pemprov Jakarta Cabut Izin Konser Israel and New Breed
“Dinas Kesehatan berkoordinasi dan bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk dengan RT, RW, camat, lurah untuk mengajak masyarakat yang ada penderita TBC di rumahnya untuk mau menerima pengobatan TPT atau terapi pencegahan TBC," ujarnya.
Upaya tersebut juga ditujukan untuk mengejar target penemuan kasus TBC di Jakarta. Hingga 14 Oktober 2026, Dinkes Jakarta telah menemukan lebih dari 40 ribu kasus dari target sekitar 68 ribu.
Ika menyebut Jakarta masih termasuk lima provinsi dengan jumlah kasus TBC terbanyak. Menurutnya, penemuan kasus dan pengobatan pasien telah menunjukkan capaian yang baik, tetapi upaya pencegahan tetap harus diperkuat.
Dalam beberapa bulan terakhir, integrasi pelacakan TBC dengan CKG turut meningkatkan capaian penemuan kasus, investigasi kontak, dan pemberian terapi pencegahan.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Kaji Ulang Ganjil Genap, Dampak ke Ekonomi Warga jadi Pertimbangan
"Untuk TBC, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah menemukan kasusnya. Sampai dengan saat ini kami sudah menemukan sekitar 40 ribu lebih kasus TBC di Jakarta dan targetnya adalah kami seharusnya menemukan sekitar 68 ribu kasus TBC," ucapnya.
