POSKOTA.CO.ID - Mantan Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Widi Prasetijono kini berstatus terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan lahan badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Eks ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu kini menjalani penahanan di Rumah Tahanan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Guntur, Jakarta, yang disebut menerapkan sistem pengamanan supermaksimum atau super maximum security.
Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026, Widi menyampaikan keterangan mengenai penggunaan uang yang diterimanya.
Uang tersebut, menurut keterangannya, antara lain digunakan untuk membeli mobil Mini Cooper, jam tangan Rolex, hingga membayar biaya kuliah anaknya.
Ia mengaku tidak mengetahui asal-usul uang itu karena pemberinya menyebutnya sebagai uang halal.
Dalam perkara yang sama, Widi diduga menerima gratifikasi sekitar Rp21 miliar.
Seiring perkembangan perkara tersebut, masyarakat turut mencari informasi mengenai kehidupan pribadi Widi Prasetijono.
Lantas, Widi Prasetijono sebenarnya asal mana, bagaimana latar belakang keluarganya, dan seperti apa perjalanan karier mantan ajudan Presiden Jokowi tersebut?
Berikut profil keluarga dan rekam jejak militernya berdasarkan informasi yang tersedia, serta perkembangan perkara dugaan korupsi yang kini sedang diproses di pengadilan.
Baca Juga: Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Sungai Ciminyak, Polisi Lakukan Penyelidikan
Widi Prasetijono Asal Mana?
Letjen TNI Widi Prasetijono lahir di Trenggalek, Jawa Timur, pada 4 Juni 1971.
Istri Letjen TNI Widi Prasetijono diketahui bernama Novita Permatasari.
Namanya tercantum dalam informasi mengenai kehidupan keluarga perwira tinggi TNI tersebut.
Meski demikian, informasi terperinci mengenai latar belakang, pekerjaan, pendidikan, maupun aktivitas Novita Permatasari belum dijelaskan secara lengkap dalam bahan yang tersedia.
Sementara itu, informasi mengenai jumlah anak Widi Prasetijono, identitas lengkap seluruh anaknya, serta latar belakang pendidikan dan pekerjaan mereka juga belum dapat dipastikan hanya dari data yang tersedia.
Ia sendiri merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dari kecabangan Infanteri.
Setelah menyelesaikan pendidikan militer, Widi memulai karier sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
Dia kemudian menjalani berbagai penugasan, termasuk di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sepanjang bertugas di satuan infanteri, Widi juga disebut pernah terlibat dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Papua.
Pengalaman penugasan tersebut menambah rekam jejaknya sebagai perwira yang menjalani tugas di sejumlah satuan militer.
Karier militer Widi Prasetijono dimulai dari penugasan di lingkungan TNI AD. Pada 1995, ia tercatat menjabat sebagai Komandan Peleton di Grup 2 Kopassus.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2003, Widi dipercaya menjadi Kepala Seksi Logistik Grup 1 Kopassus.
Kedua jabatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di satuan elite TNI AD.
Pengalaman di Kopassus turut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan profesionalnya sebelum ia memperoleh penugasan di sejumlah satuan lain.
Pada 2009–2010, Widi menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 400/Banteng Raiders.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta pada 2011–2012.
Lebih lanjut, Widi Prasetijono pernah bertugas sebagai ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2015–2016.
Penugasan tersebut menjadi salah satu bagian yang banyak disorot dalam profilnya karena ia pernah mendampingi Jokowi ketika menjabat sebagai kepala negara.
Sebelum menjadi ajudan presiden, Widi terlebih dahulu pernah bertugas sebagai Dandim 0735/Surakarta pada periode 2011–2012, ketika Jokowi masih menjabat sebagai wali kota Surakarta.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai ajudan presiden, Widi kembali melanjutkan karier militernya di sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD.
Dirinya dipercaya menjadi Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) III/Siliwangi pada 2016–2017.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama pada 2017–2018 dan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma pada 2018–2020.
Lalu, pada 2020, Widi memperoleh promosi menjadi perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal.
Dia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro.
Kariernya berlanjut pada 2022 ketika ia dipercaya menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Namun, masa jabatannya relatif singkat karena ia mendapat penugasan baru sebagai Pangdam IV/Diponegoro pada 8 April 2022.
Pada Januari 2024, Widi memperoleh promosi pangkat menjadi letnan jenderal atau jenderal bintang tiga.
